Teras News — Pelaku industri di kawasan Jawa Timur kini menghadapi tekanan ganda: tuntutan daya saing global sekaligus kewajiban mengurangi emisi karbon. Untuk menjawab dua tantangan itu sekaligus, sebuah forum strategis digelar melibatkan pemerintah, kalangan dunia usaha di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), serta mitra strategis dari berbagai sektor.
Forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi nyata, bukan sekadar ajang paparan kebijakan. Fokusnya tertuju pada tiga hal: memperkuat pemahaman tentang dekarbonisasi industri, mempercepat aksi konkret di lapangan, dan mendorong terbentuknya kerja sama lintas sektor dalam pengembangan industri hijau di Jawa Timur.
JIIPE Jadi Pusat Gerakan Industri Hijau di Jawa Timur
JIIPE dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan industri terintegrasi ini menampung sejumlah perusahaan besar yang aktivitas produksinya berdampak signifikan terhadap emisi karbon regional. Dengan mengumpulkan perwakilan perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut dalam satu forum, proses pertukaran pengetahuan dan penyusunan langkah bersama bisa berlangsung lebih efisien.
Baca Juga:
Inisiatif ekonomi sirkular turut menjadi agenda utama pembahasan. Ekonomi sirkular, yang mengedepankan prinsip penggunaan kembali sumber daya dan pengurangan limbah dalam siklus produksi, dinilai relevan bagi industri manufaktur padat energi yang banyak beroperasi di kawasan ini.
Pemerintah dan Swasta Duduk Satu Meja
Keterlibatan pemerintah dalam forum ini mencerminkan posisi kebijakan yang ingin mendorong transisi industri bukan lewat regulasi semata, melainkan melalui pendekatan kolaboratif. Perwakilan pemerintah hadir bersama pelaku usaha dan mitra strategis untuk merumuskan arah gerak bersama.
Pola semacam ini sejalan dengan kerangka transisi energi yang tengah diupayakan pemerintah Indonesia secara nasional, di mana sektor industri menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar yang perlu ditangani secara terstruktur.
Forum di JIIPE ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan industri di Jawa Timur tidak tertinggal dalam gelombang transformasi hijau yang kini menjadi syarat masuk pasar ekspor utama, terutama ke Eropa yang mulai memberlakukan mekanisme penyesuaian karbon perbatasan (Carbon Border Adjustment Mechanism/CBAM).
Daya Saing Industri Jadi Taruhan
Isu dekarbonisasi kini bukan lagi sekadar soal lingkungan. Bagi industri berorientasi ekspor, rekam jejak emisi karbon mulai menentukan akses pasar. Tanpa transformasi menuju proses produksi yang lebih bersih, produk-produk industri Indonesia berpotensi menghadapi hambatan di pasar internasional dalam beberapa tahun ke depan.
Forum multipihak seperti yang digelar di JIIPE ini diharapkan menghasilkan peta jalan kolaboratif yang bisa diimplementasikan oleh masing-masing perusahaan peserta sesuai kapasitas dan sektor industrinya. Langkah berikutnya yang ditunggu adalah tindak lanjut konkret dari komitmen yang dibangun dalam pertemuan tersebut.
Editor: Arif Budiman