Teras News — Tujuh warga negara Indonesia kini berada dalam tahanan pasukan Israel setelah kapal-kapal dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) dicegat di perairan menuju Gaza. Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons insiden tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan seluruh perwakilan Indonesia yang relevan kini dalam status siaga penuh untuk memantau kondisi ketujuh WNI itu. “Perwakilan Indonesia siaga penuh memantau perkembangan tujuh warga negara Indonesia dari armada Global Sumud Flotilla yang diculik pasukan Israel,” kata Yvonne, seperti disampaikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Rabu (20/5/2026).
Global Sumud Flotilla: Armada Sipil Menuju Gaza
Global Sumud Flotilla adalah armada kapal yang diorganisasi oleh aktivis dan relawan internasional dengan tujuan membawa bantuan ke Gaza. Pengiriman semacam ini beberapa kali menghadapi hambatan dari pihak Israel, yang memberlakukan blokade atas wilayah tersebut. Istilah “sumud” berasal dari bahasa Arab yang berarti keteguhan atau ketahanan, dan kerap digunakan dalam konteks perjuangan warga Palestina.
Baca Juga:
Penangkapan ketujuh WNI itu menambah daftar panjang insiden diplomatik antara Indonesia dan Israel terkait krisis Gaza. Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, namun tetap berkewajiban memberikan perlindungan konsuler kepada warganya di mana pun mereka berada.
Nasib 7 WNI Masih Dipantau
Kondisi terkini ketujuh WNI tersebut belum dirinci secara detail oleh Kemlu. Pemerintah RI belum merilis pernyataan resmi soal upaya pembebasan atau jalur diplomatik yang sedang ditempuh. Publik menunggu kepastian langkah konkret yang akan diambil Jakarta untuk memulangkan warganya dari tahanan Israel.
Editor: Arif Budiman