Internasional

Kuba Ancam AS: Serangan Militer akan Picu ‘Pertumpahan Darah dengan Konsekuensi Tak Terhitung’

11
×

Kuba Ancam AS: Serangan Militer akan Picu ‘Pertumpahan Darah dengan Konsekuensi Tak Terhitung’

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ketegangan antara Kuba dan Amerika Serikat meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa Havana memiliki lebih dari 300 drone militer. Warga kawasan Amerika Latin dan Karibia kini menghadapi ancaman nyata terhadap stabilitas regional yang selama ini rapuh.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengeluarkan peringatan keras pada Minggu (17/5). Lewat platform media sosial X, ia menyatakan bahwa setiap serangan militer AS terhadap Kuba akan menyebabkan “pertumpahan darah dengan konsekuensi yang tak terhitung” sekaligus membawa dampak menghancurkan bagi perdamaian di seluruh kawasan.

“Ancaman agresi militer terhadap Kuba oleh negara paling kuat di dunia itu sudah diketahui secara luas. Ancaman semacam itu sudah memenuhi unsur kejahatan internasional,” tulis Diaz-Canel.

300 Drone Militer Kuba Picu Alarm di Washington

Peringatan Diaz-Canel bukan tanpa sebab. Media AS Axios, juga pada Minggu (17/5), melansir bahwa Kuba telah memperoleh lebih dari 300 drone militer dan sudah mengkaji berbagai skenario penggunaannya terhadap target-target AS. Laporan itulah yang memantik respons keras dari Havana.

Diaz-Canel membantah Kuba berniat menyerang pihak mana pun. “Kuba tidak menjadi ancaman, dan tidak memiliki rencana atau niat agresif terhadap negara mana pun,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa fakta ini pun sudah dipahami oleh pemerintah AS, khususnya badan-badan pertahanan dan keamanan nasionalnya.

Kuba Klaim Hak Membela Diri dari Tekanan AS

Bagi Havana, ini bukan sekadar ketegangan baru. Diaz-Canel menyebut Kuba sudah lama menghadapi apa yang ia sebut sebagai “agresi multidimensi” dari Washington. Oleh karena itu, ia menegaskan Kuba memiliki “hak mutlak dan sah” untuk membela diri dari segala bentuk tindakan militer.

Hubungan Kuba-AS memang sudah lama memanas. Sanksi ekonomi baru dari Washington terhadap Havana turut memperdalam jurang ketegangan yang sudah berlangsung puluhan tahun sejak era Perang Dingin. Berbagai tuduhan terkait keamanan yang saling dilontarkan kedua pihak semakin memperkeruh suasana.

Retorika saling ancam antara Washington dan Havana ini membuat negara-negara tetangga di Karibia dan Amerika Latin waspada. Stabilitas kawasan yang selama ini sudah terbebani oleh krisis ekonomi di berbagai negara berpotensi kian terguncang jika eskalasi terus berlanjut tanpa ada jalur diplomatik yang dibuka.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Arif Budiman