Internasional

Putin ke Beijing 19-20 Mei, Susul Trump yang Lebih Dulu Temui Xi Jinping

14
×

Putin ke Beijing 19-20 Mei, Susul Trump yang Lebih Dulu Temui Xi Jinping

Sebarkan artikel ini

Teras News — Vladimir Putin menjadi kepala negara kedua yang menyambangi Beijing dalam waktu singkat. Presiden Rusia itu dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pada 19-20 Mei 2026, menyusul Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya juga telah menemui Xi di ibu kota China tersebut.

Baik Moskow maupun Beijing sama-sama mengumumkan agenda pertemuan itu pada Sabtu (17/5/2026). Kremlin menyebut kunjungan ini memiliki makna simbolis tersendiri karena bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama yang Baik antara kedua negara.

“Kunjungan Presiden Rusia ini bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama yang Baik, yang menjadi dasar hubungan antarnegara,” kata kantor Putin dalam pernyataan resminya.

Putin dan Xi Bahas Kemitraan Strategis hingga Isu Kawasan

Kremlin merinci topik yang akan dibicarakan kedua pemimpin. Bukan hanya urusan bilateral, pertemuan itu juga menyentuh isu-isu internasional dan regional yang lebih luas.

“Kedua pemimpin tersebut akan membahas masalah bilateral terkini, cara untuk lebih memperkuat kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis antara Federasi Rusia dan Republik Rakyat Tiongkok, serta bertukar pandangan tentang masalah internasional dan regional yang penting,” demikian pernyataan Kremlin.

Kementerian Luar Negeri China turut mengonfirmasi rencana pertemuan itu melalui unggahan di platform X.

Hubungan Ekonomi Rusia-China Kian Erat

Pertemuan dua pemimpin ini berlangsung di atas fondasi hubungan ekonomi yang terus menguat. Rusia adalah salah satu produsen minyak terbesar dunia, sedangkan China merupakan salah satu konsumen bahan bakar fosil terbesar di tingkat global. Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama energi dan perdagangan kedua negara mengalami penguatan signifikan.

Pertemuan Putin-Xi di Beijing kali ini berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang bergerak cepat, setelah Trump pun memilih Beijing sebagai salah satu tujuan diplomasi terbarunya. Publik internasional menanti apa yang akan muncul dari rangkaian pertemuan tingkat tinggi di ibu kota China tersebut dalam waktu berdekatan.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman