Internasional

3 MoU Rosatom Diteken Saat Putin Kunjungi China, Satu Soal Riset Termonuklir

10
×

3 MoU Rosatom Diteken Saat Putin Kunjungi China, Satu Soal Riset Termonuklir

Sebarkan artikel ini

Teras News — Tiga nota kesepahaman (MoU) kerja sama nuklir siap ditandatangani Rosatom dalam dua hari kunjungan resmi Presiden Rusia Vladimir Putin ke China. Salah satunya menyentuh bidang penelitian energi termonuklir, sebuah domain teknologi tinggi yang selama ini menjadi area persaingan sengit negara-negara maju.

CEO Rosatom Alexey Likhachev mengungkap rincian itu kepada wartawan pada Selasa (20/5). Putin sendiri tiba di Beijing atas undangan Presiden China Xi Jinping, menjalani kunjungan resmi yang berlangsung Selasa dan Rabu.

Tiga MoU: SDM Nuklir, Riset Termonuklir, dan Jalur Laut Utara

Dari ketiga MoU tersebut, Likhachev merinci dua di antaranya secara eksplisit. Pertama, kesepakatan di bidang pengembangan sumber daya manusia untuk sektor energi nuklir. “Rosatom siap untuk berbagi pengalamannya,” kata Likhachev.

Kedua, perjanjian dengan Departemen Sains dan Teknologi China. “Kami menandatangani perjanjian dengan Departemen Sains dan Teknologi tentang pekerjaan di bidang energi termonuklir dan penelitian termonuklir,” ujar Likhachev. Energi termonuklir merujuk pada teknologi fusi nuklir, yaitu proses menyatukan inti atom ringan untuk menghasilkan energi besar, berbeda dari reaktor nuklir konvensional yang bekerja dengan prinsip fisi atau pembelahan atom.

Likhachev juga menyinggung soal Jalur Laut Utara (Northern Sea Route), koridor pelayaran Arktik yang menghubungkan Eropa dan Asia melalui perairan utara Rusia. Ia menyebut China terus menunjukkan minat yang tumbuh pada kerja sama di jalur tersebut. “Setiap bulannya,” kata Likhachev, menekankan konsistensi ketertarikan Beijing.

Delegasi Rusia Lima Wakil PM dan Delapan Menteri

Kunjungan Putin ke Beijing bukan perjalanan kecil. Asisten Presiden Rusia Yury Ushakov pada Senin (19/5) menyebut delegasi yang menyertai Putin sangat representatif: lima wakil perdana menteri, delapan menteri, kepala bank sentral, kepala sejumlah perusahaan negara, dan kepala daerah turut serta.

Komposisi delegasi itu mencerminkan bobot agenda yang dibawa Moskow ke Beijing. Penandatanganan tiga MoU Rosatom hanya bagian dari rangkaian pertemuan yang dijadwalkan dalam dua hari kunjungan resmi tersebut.

Kemitraan nuklir Rusia-China bukan hal baru. Rosatom selama ini terlibat dalam sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah China, dan kerja sama keduanya di sektor energi atom terus berkembang di tengah tekanan geopolitik yang menempatkan Moskow dan Beijing dalam orbit yang makin berdekatan. Penandatanganan tiga MoU dalam satu kunjungan memperluas cakupan kerja sama itu ke ranah riset dan pengembangan SDM, bukan sekadar konstruksi infrastruktur.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman