Teras News — Sejak Minggu (17/5/2026), deretan kios daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, membeku. Tidak ada transaksi, tidak ada pembeli. Para pekerja tampak berbaring di dalam kios yang tutup, menunggu tanpa kepastian.
Mogok berjualan ini dipicu oleh satu masalah: harga daging sapi segar dari tingkat distributor melonjak hingga Rp160.000 per kilogram. Angka itu membuat pedagang eceran di pasar kesulitan menetapkan harga jual yang masuk akal tanpa merugi.
Kios Sepi, Pekerja Nganggur Tiga Hari
Pada Selasa (19/5/2026), suasana lapak-lapak daging sapi di Pasar Kosambi masih sepi total. Aksi mogok sudah berlangsung tiga hari. Beberapa pekerja terlihat rebahan di dalam kios yang tak beroperasi, seperti yang tertangkap kamera Antara.
Baca Juga:
Kondisi ini memukul dua sisi sekaligus: pedagang tidak bisa berjualan karena harga beli terlalu tinggi, sementara pembeli kehilangan akses ke pasokan daging sapi segar di pasar tersebut.
Akar Masalah: Harga Distributor Rp160.000 per Kilogram
Pedagang daging sapi di Pasar Kosambi menyebut harga dari distributor yang mencapai Rp160.000 per kilogram sebagai pemicu utama aksi ini. Pada harga beli setinggi itu, margin keuntungan pedagang eceran nyaris habis sebelum daging sampai ke tangan konsumen.
Mogok berjualan menjadi pilihan yang diambil secara kolektif sejak akhir pekan lalu.
Editor: Arif Budiman