Teras News — Puluhan juta warga di berbagai kota besar Indonesia perlu mewaspadai cuaca buruk hari ini. BMKG memprakirakan hujan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada Selasa (20/5), mulai dari Banda Aceh di ujung barat hingga Merauke di ujung timur.
Prakirawan BMKG Bintari A menerangkan, daerah konvergensi (pertemuan massa udara yang memicu pertumbuhan awan hujan) memanjang di beberapa wilayah sekaligus, termasuk Samudra Hindia Barat Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Maluku Utara. Kondisi ini mempercepat terbentuknya awan-awan hujan di sepanjang jalur yang dilewatinya.
Manado dan Nabire: Hujan Lebat Disertai Petir
Dua kota mendapat peringatan paling serius hari ini. Manado dan Nabire diprakirakan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang. Warga di kedua kota itu diminta tidak beraktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
Baca Juga:
Sebanyak 26 kota besar lainnya masuk kategori hujan ringan hingga sedang, yakni Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Jakarta, Serang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Meski kategorinya lebih rendah, hujan di kota-kota padat seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya tetap berpotensi mengganggu lalu lintas dan aktivitas warga.
Tidak semua kota terdampak hujan. Jambi, Bengkulu, Semarang, dan Pontianak diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan sepanjang hari ini.
Gelombang Tinggi Intai Perairan Sumatera Utara
Ancaman cuaca tidak hanya di darat. Pada Senin (19/5), BMKG juga memperingatkan gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara yang berlangsung hingga 22 Mei 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, menyebut gelombang bisa mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Barat Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias. “Terdapat sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias yang berpotensi mendukung pertumbuhan pola angin,” kata Dasmian di Medan, Senin (19/5).
Angin di wilayah perairan Sumatera Utara umumnya berhembus dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 6 hingga 22 knot. Kondisi ini cukup berbahaya bagi pelayaran tradisional maupun kapal-kapal kecil yang biasa melintasi perairan tersebut.
Nelayan dan operator kapal di sekitar perairan Sumatera Utara diimbau memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melaut, setidaknya hingga akhir pekan ini.
Editor: Ratna Dewi