Berita

Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Migran Aman, Remitansi PMI Capai Rp288 Triliun di 2025

13
×

Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Migran Aman, Remitansi PMI Capai Rp288 Triliun di 2025

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) meluncurkan Gerakan Migran Aman di kantor kementerian, Jakarta, Senin, sebagai inisiatif untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia (PMI) melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

“Pekerja migran Indonesia bukan sekadar angka dalam laporan statistik, tetapi mereka juga pejuang ekonomi keluarga yang rela meninggalkan keluarga dan bekerja keras di negeri orang,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin dalam sambutannya pada peluncuran gerakan tersebut.

Remitansi PMI Sentuh Rp288 Triliun Sepanjang 2025

Mukhtarudin memaparkan data remitansi dari statistik ekonomi dan keuangan Bank Indonesia: sepanjang tahun 2025, uang kiriman para PMI dari luar negeri menembus angka Rp288 triliun. Angka itu, menurut Mukhtarudin, bukan sekadar transferan uang antarbank, melainkan denyut ekonomi yang menggerakkan desa-desa di seluruh Indonesia.

“Dari tangan-tangan mereka, roda ekonomi berputar, desa-desa bergerak, dan bangsa ini memperoleh kekuatan. Dampak positif tersebut semakin nyata ketika remitansi diolah secara produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Remitansi itu tidak berhenti di meja dapur keluarga. Banyak purna PMI yang pulang membawa lebih dari sekadar uang: pengalaman kerja, keterampilan teknis, dan keberanian membuka usaha sendiri. Mereka masuk ke berbagai sektor, mulai dari pertanian, kuliner, industri kreatif, hingga dunia pendidikan.

Konsep “Brain Circulation” Jadi Fondasi Gerakan

Gerakan Migran Aman bertumpu pada konsep yang disebut Mukhtarudin sebagai Brain Circulation, yakni siklus di mana migrasi yang aman menghasilkan kemandirian, lalu kemandirian melahirkan kesejahteraan yang kembali mengalir ke tanah air.

“Dari migrasi yang aman, melahirkan kemandirian dan kesejahteraan; dan inilah yang kita sebut Brain Circulation,” kata Mukhtarudin.

Untuk mewujudkan konsep itu, kementerian tidak berjalan sendiri. Peluncuran gerakan ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Lembaga pelatihan vokasi dan asosiasi penyaluran tenaga kerja turut hadir.

Kolaborasi lintas sektor itu dimaksudkan untuk menutup celah perlindungan yang selama ini kerap menjadi titik rawan bagi PMI, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air. Mukhtarudin menekankan bahwa menjaga martabat PMI adalah inti dari seluruh gerakan ini.

Gerakan Migran Aman kini masih berada di tahap awal peluncuran. Publik menanti bagaimana koordinasi antarlembaga ini akan diterjemahkan menjadi perlindungan nyata di lapangan, terutama bagi jutaan PMI yang saat ini masih bekerja di berbagai penjuru dunia.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Surya Dharma