Berita

Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi Jawa Tengah 2027, Kunjungan Wisatawan Tembus 74,4 Juta Orang

17
×

Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi Jawa Tengah 2027, Kunjungan Wisatawan Tembus 74,4 Juta Orang

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jutaan warga Jawa Tengah berpeluang merasakan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata yang kian digencarkan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menetapkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai fokus utama pembangunan daerah pada 2027, setelah infrastruktur dan swasembada pangan disebut sudah dikuatkan di dua tahun sebelumnya.

Arah kebijakan itu diumumkan Luthfi dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026). Peta jalan pembangunan provinsi kini mulai diintegrasikan langsung dengan rencana pembangunan di tingkat kabupaten dan kota, sebagai tindak lanjut hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang sudah rampung sampai tingkat provinsi.

“Infrastruktur sudah (2025), dan swasembada pangan sudah kuat pada 2026, maka 2027 adalah pariwisata yang menjadi prioritas kita,” kata Luthfi.

Kunjungan Wisatawan Naik 59,73 Persen dalam Tiga Tahun

Angka-angka dari sektor pariwisata Jawa Tengah memang menunjukkan tren yang terus menanjak. Jumlah kunjungan wisatawan melonjak dari 46,6 juta orang pada 2022 menjadi 74,4 juta orang pada 2025, atau naik 59,73 persen dalam tiga tahun. Pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 10,60 persen sepanjang 2025.

Kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah juga terus merayap naik: dari 3,29 persen pada 2022, menjadi 3,40 persen pada 2023, naik ke 3,56 persen pada 2024, dan mencapai 3,74 persen pada 2025. Jawa Tengah kini menarik pengunjung dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, hingga wisatawan mancanegara.

Luthfi menyebut setiap daerah di Jawa Tengah sudah punya modal wisata sendiri. “Modalnya sudah ada di wilayah kita masing-masing, ada wisata alam, wisata kuliner, wastra, dan lainnya,” ujarnya. Modal itu diperkuat pengakuan UNESCO untuk sejumlah produk budaya asal Jawa Tengah, yang dinilai bisa mendorong pengembangan wisata ramah muslim.

Kawasan Banyumas hingga Dieng Masuk Radar Pengembangan

Lima kabupaten di Jawa Tengah bagian selatan, yakni Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap, disebut Luthfi menyimpan potensi besar untuk wisata alam dan agrowisata. Pemetaan lebih rinci masih diperlukan agar seluruh potensi yang ada benar-benar tergarap, termasuk desa-desa wisata yang sudah dibina sebelumnya.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyatakan siap menggarap destinasi wisata zona dua di Kawasan Pegunungan Dieng yang belum banyak dieksplorasi. “Destinasi wisata zona dua ini belum banyak disentuh. Desa wisata juga menjadi magnet bagi Banjarnegara, agar pertumbuhan ekonomi meningkat,” katanya.

Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyampaikan hal serupa. Di Cilacap, sudah ada 19 desa wisata yang dikelola secara mandiri oleh desa. Kelima bupati yang hadir dalam acara tersebut menyatakan siap menyelaraskan program daerah masing-masing dengan peta jalan pembangunan yang digagas Pemprov Jawa Tengah.

Dengan target 2027 yang kini mulai dikonkretkan hingga ke level kabupaten, realisasi dari komitmen tersebut akan sangat bergantung pada seberapa cepat pemetaan potensi wisata lokal dapat diselesaikan dan desa-desa wisata yang sudah ada mampu ditingkatkan daya tariknya.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Arif Budiman