Teras News — Desa Sendangasri di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, meraih posisi terbaik ketiga dalam ajang Energy Transition Award (JETA) 2026 untuk kategori Desa Mandiri Energi se-Jawa Tengah. Kunci keberhasilan desa ini adalah pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas yang digunakan sebagai sumber energi dapur rumah tangga, sebagai pengganti gas LPG.
“Penggunaan biogas terbukti sebagai solusi yang aman, andal, dan ramah lingkungan, untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” kata Isti Choma Wati, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, saat dihubungi pada Sabtu (16/5/2026).
Biogas Kotoran Sapi Jadi Solusi Energi Rumah Tangga di Sendangasri
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Puncak Peringatan Hari Bumi 2026 yang berlangsung di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga:
Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan organik seperti kotoran ternak oleh bakteri dalam kondisi tanpa oksigen (anaerobik). Gas ini dapat langsung dimanfaatkan untuk memasak layaknya LPG, dan dianggap lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah peternakan.
Isti menjelaskan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang ditunjuk sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pendamping dalam ajang ini. Awalnya dua desa disiapkan untuk berpartisipasi.
“Sebetulnya, ada dua desa yang rencananya ikut event ini, Sendangasri dan Punjulharjo. Tapi akhirnya cuma Sendangasri yang berpartisipasi,” imbuhnya.
Lolos Tujuh Besar, Tim Juri Tinjau Langsung Proses Produksi Biogas
Proses penilaian JETA 2026 berjalan ketat. Tim juri mulai menilai proposal peserta sejak Januari 2026. Sendangasri berhasil menembus tujuh besar pada tahap penilaian proposal.
Dari situ, penilaian berlanjut ke kondisi riil di lapangan. Tim gabungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kalangan akademisi turun langsung ke Sendangasri untuk menyaksikan bagaimana kotoran sapi diolah menjadi energi biogas yang mengalir ke dapur-dapur warga.
Isti menyebut inovasi Sendangasri bukan sekadar prestasi kompetisi. Sesuai tema Desa Wisata Energi yang Berkelanjutan, ia menilai program ini memberi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
Dinas ESDM Jateng Siapkan Hibah untuk Sendangasri pada 2027
Prestasi di JETA 2026 membuka pintu dukungan lanjutan. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah akan mengucurkan hibah kepada Desa Sendangasri pada 2027, disertai program peningkatan kapasitas bagi warga dan pengelola energi desa.
Rencana hibah itu menjadi tanda bahwa program biogas Sendangasri tidak berhenti di piala. Pengembangan infrastruktur energi desa diharapkan terus meluas sehingga lebih banyak rumah tangga bisa melepas ketergantungan pada LPG bersubsidi.
Editor: Surya Dharma