Kesehatan

Bukan Soal Usia: 5 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda yang Perlu Diketahui

9
×

Bukan Soal Usia: 5 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda yang Perlu Diketahui

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rambut beruban di usia 20-an atau 30-an bukan lagi pemandangan langka. Jutaan orang muda di seluruh dunia mengalaminya, dan penyebabnya jauh lebih beragam dari sekadar faktor usia.

Banyak yang langsung mengaitkan uban dengan proses penuaan. Padahal, kemunculan rambut putih di usia muda bisa dipicu oleh sejumlah faktor lain, mulai dari genetik, tekanan psikologis, hingga kondisi medis tertentu yang sering tidak disadari penderitanya.

Genetik: Faktor Pertama yang Paling Menentukan

Keturunan memegang peranan besar. Jika orang tua atau kakek-nenek mengalami uban dini, peluang generasi berikutnya mengalami hal serupa terbilang tinggi. Gen yang diwariskan mempengaruhi kecepatan melanosit, yaitu sel penghasil pigmen warna pada rambut, dalam menjalankan fungsinya.

Stres Kronis Percepat Kehilangan Pigmen Rambut

Tekanan mental berkepanjangan terbukti mempercepat proses depigmentasi rambut. Stres memicu pelepasan hormon norepinefrin yang dapat merusak sel punca melanosit di folikel rambut. Sel-sel itu tidak bisa pulih sepenuhnya, sehingga rambut baru tumbuh tanpa pigmen.

Ini bukan mitos. Sejumlah penelitian ilmiah telah mengonfirmasi kaitan langsung antara stres kronis dan percepatan uban, khususnya pada individu berusia di bawah 35 tahun.

Kekurangan Vitamin B12 dan Mineral Tertentu

Defisiensi nutrisi juga masuk daftar penyebab utama. Kekurangan vitamin B12, zat besi, tembaga, dan zinc bisa mengganggu produksi melanin secara signifikan. Pola makan yang tidak seimbang, diet ekstrem, atau kondisi gangguan penyerapan nutrisi pada sistem pencernaan turut memperburuk situasi ini.

Gangguan Autoimun dan Kondisi Tiroid

Beberapa penyakit autoimun seperti vitiligo dan alopecia areata menyerang sel-sel pigmen rambut secara langsung. Gangguan pada kelenjar tiroid, baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme, juga diketahui mempengaruhi metabolisme sel rambut dan mempercepat kemunculan uban.

Seseorang yang mendapati uban tumbuh tiba-tiba dan cepat sebaiknya memeriksakan kondisi tiroid dan sistem imunnya ke dokter.

Kebiasaan Merokok Turut Andil

Merokok bukan hanya merusak paru-paru. Zat-zat kimia dalam rokok menghasilkan radikal bebas yang merusak melanosit pada folikel rambut. Penelitian menunjukkan perokok aktif dua setengah kali lebih berisiko mengalami uban prematur dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Uban di usia muda memang tidak selalu menandakan masalah kesehatan serius. Namun jika muncul tiba-tiba, menyebar cepat, atau disertai gejala lain seperti kelelahan ekstrem dan perubahan berat badan, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi yang mendasarinya.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma