Teras News — Banjir yang melanda Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Kamis (14/5) menerjang 233 kepala keluarga atau sekitar 857 jiwa di Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan. Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatera Utara mencatat data tersebut dan meneruskannya ke Medan pada Jumat (16/5). Seluruh warga terdampak masih dalam penanganan pemerintah setempat hingga laporan ini diterima.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, memastikan tidak ada korban luka, korban meninggal, maupun pengungsi dalam kejadian ini. “Berdasarkan laporan korban luka maupun korban meninggal dunia dan pengungsi nihil,” ujar perempuan yang akrab disapa Yuyun itu.
Baca Juga:
BPBD Sumut Koordinasi Penanganan di Lapangan
BPBD Sumut turun langsung mengkoordinasikan penanganan bencana di lokasi terdampak. Yuyun menyebut berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah Kota Binjai dan sejumlah pemangku kebijakan, sudah bergerak menangani situasi sejak banjir terjadi.
“Kondisi terkini, masih dalam penanganan pemerintah setempat,” kata Yuyun.
Kota Binjai merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara yang kerap dilanda banjir, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan hulu sungai yang melintasi wilayah permukiman padat. Kelurahan Rambung Barat di Kecamatan Binjai Selatan termasuk kawasan yang rentan tergenang karena posisi geografisnya yang relatif rendah.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Warga terdampak diharapkan tetap waspada mengingat penanganan masih berlangsung dan kondisi cuaca di Sumatera Utara belum sepenuhnya kondusif.
Editor: Ratna Dewi