Berita

53.000 Tiket Whoosh Ludes di Libur Panjang Kenaikan Yesus, Okupansi Capai 95 Persen

9
×

53.000 Tiket Whoosh Ludes di Libur Panjang Kenaikan Yesus, Okupansi Capai 95 Persen

Sebarkan artikel ini

Teras News — Tiket kereta cepat Whoosh sebanyak 53.000 lembar terjual habis selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, 13–17 Mei 2026. Angka itu belum final — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperkirakan jumlah penumpang masih akan bertambah hingga akhir periode libur.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan lonjakan penumpang sudah terasa sejak hari pertama, Selasa (13/5). Keberangkatan sore dan malam hari paling diburu. Pada tanggal tersebut, okupansi rangkaian Whoosh yang beroperasi mencapai 95 persen.

“Penumpang didominasi oleh masyarakat yang memanfaatkan waktu libur panjang untuk bepergian, khususnya dari Jakarta menuju Bandung dan sekitarnya untuk berlibur,” kata Eva di Bandung, Jumat (16/5).

Frekuensi Perjalanan Naik dari 14 Menjadi 62 Kali Sehari

Untuk mengimbangi lonjakan permintaan, KCIC menambah frekuensi perjalanan secara bertahap. Dari semula 14 perjalanan per hari, penambahan dilakukan secara bertahap menjadi 28, 36, 40, 48, hingga puncaknya 62 perjalanan dalam sehari. Penambahan itu memungkinkan lebih banyak penumpang terangkut tanpa harus mengantre panjang di stasiun.

Whoosh menghubungkan Jakarta (Stasiun Halim) dan Bandung (Stasiun Tegalluar) dalam waktu sekitar 45 menit, jauh lebih singkat dibanding perjalanan darat yang bisa menyita tiga hingga empat jam di hari normal, apalagi saat musim liburan. Kecepatan tempuh itulah yang menurut Eva menjadi daya tarik utama.

“Perjalanan yang singkat, nyaman, serta memiliki ketepatan waktu yang tinggi menjadi nilai tambah kenapa masyarakat memilih Whoosh,” ujarnya.

KCIC Minta Penumpang Tiba 30 Menit Lebih Awal

Tingginya volume kendaraan menuju Stasiun Halim di Jakarta menjadi perhatian tersendiri. Eva mengingatkan calon penumpang agar memperhitungkan waktu tempuh dari rumah ke stasiun, mengingat kemacetan yang biasa mengular jelang libur panjang.

“Pastikan tiba di stasiun minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan agar proses keberangkatan tetap nyaman sehingga tidak tertinggal perjalanan Whoosh,” kata Eva.

KCIC juga mengimbau masyarakat membeli tiket secara daring sebelum tiba di stasiun, mengingat stok tiket yang terus menyusut menjelang akhir periode libur. Pembelian di loket fisik berisiko kehabisan, terutama untuk jadwal unggulan di sore dan malam hari.

Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus tahun ini berlangsung lima hari, dari Selasa hingga Sabtu. Pola perjalanan masyarakat yang memilih keluar kota di awal libur dan kembali di penghujung libur membuat pola permintaan tiket Whoosh cenderung menumpuk di dua ujung periode tersebut. Dengan sisa hari libur yang masih tersisa, KCIC memperkirakan total penumpang akhir periode akan melampaui angka 53.000 yang sudah tercatat.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Surya Dharma