Berita

2 WNA Singapura Masih Hilang di Gunung Dukono, 14 dari 20 Pendaki Berhasil Ditemukan Selamat

3
×

2 WNA Singapura Masih Hilang di Gunung Dukono, 14 dari 20 Pendaki Berhasil Ditemukan Selamat

Sebarkan artikel ini

Teras News — 14 orang — itulah jumlah pendaki yang berhasil ditemukan selamat dari total 20 orang yang berada di kawasan Gunung Dukono, Halmahera Utara, ketika gunung api aktif itu meningkat aktivitas erupsinya pada Jumat (8/5). Dua pendaki warga negara asing asal Singapura masih dalam pencarian hingga Jumat siang.

Tim SAR gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara terus menyisir kawasan gunung. Dari 20 pendaki yang terdata, sembilan di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura, tiga orang warga Ternate, dan delapan warga lokal dari wilayah sekitar.

7 WNA Singapura Selamat, 2 Masih Dicari

Dari sembilan pendaki asal Singapura, tujuh orang sudah ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka adalah T.Y.M.E. (laki-laki, 30 tahun), O.S.S. (perempuan, 37 tahun), P.L. (perempuan, 33 tahun), L.H.E.I. (perempuan, 31 tahun), T.J.Y.G. (perempuan, 30 tahun), L.Y.X.V. (perempuan, 30 tahun), dan L.S.D. (laki-laki, 29 tahun).

Dua WNA yang masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim SAR gabungan adalah H.W.Q.T. (laki-laki, 30 tahun) dan S.M.B.A.H. (laki-laki, 27 tahun).

Tujuh pendaki WNI juga sudah ditemukan selamat, yakni B.B. (laki-laki, 24 tahun), Y. (laki-laki, 23 tahun), S. (laki-laki, 26 tahun), A. (laki-laki, 22 tahun), H. (laki-laki, 26 tahun), F.N. (perempuan, 27 tahun), dan R.I. (perempuan, 29 tahun).

Operasi Sempat Berhenti karena Lontaran Lava Pijar 1,5 Km

Pencarian tidak berjalan mulus. Pukul 14.10 WIT, operasi SAR terpaksa dihentikan sementara setelah Pengamat Gunung Api Dukono mendeteksi potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah. Seluruh tim evakuasi mundur ke Pos 5 dan menunggu kondisi vulkanik mereda.

Sekitar satu jam kemudian, pukul 15.25 WIT, operasi kembali berjalan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tim SAR kini dibagi menjadi dua kelompok dengan titik pencarian berbeda.

“Tim pertama yang dipimpin langsung Kalaksa BPBD Halmahera Utara melakukan penyisiran jalur pendakian menuju puncak gunung dan kini berada pada jarak kurang lebih 500 meter dari puncak,” ungkap Abdul Muhari. Tim ini menggunakan drone untuk memantau kondisi dari udara, mengingat aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung dengan intensitas yang fluktuatif.

Tim kedua bergerak menyisir aliran sungai di dekat kawasan puncak, area yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan dua pendaki yang belum ditemukan.

Libatkan TNI, Polri, hingga Tenaga Medis

Operasi penanganan darurat ini melibatkan banyak unsur: BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis, dan relawan setempat. Gunung Dukono sendiri merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia bagian timur dan secara rutin mencatatkan aktivitas erupsi.

Kondisi di lapangan terus dipantau ketat. Selama dua pendaki WNA itu belum ditemukan, tim SAR gabungan akan terus melakukan penyisiran di tengah ancaman aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu bisa kembali memaksa operasi dihentikan.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Arif Budiman