Berita

Daycare Little Aresha Yogyakarta Digerebek, Pemkot Beri Waktu 2 Hari untuk Audit Seluruh Tempat Penitipan Anak

21
×

Daycare Little Aresha Yogyakarta Digerebek, Pemkot Beri Waktu 2 Hari untuk Audit Seluruh Tempat Penitipan Anak

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pemerintah Kota Yogyakarta bergerak cepat setelah kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, mencuat ke publik. Pemkot memberi target dua hari untuk menuntaskan pengecekan seluruh daycare yang beroperasi di kota itu, sekaligus mengidentifikasi tempat penitipan alternatif yang aman bagi anak-anak korban.

“Hari ini sudah masuk data semua daycare yang ada di Kota Yogyakarta, kemudian kita akan cek satu persatu. Besok pagi kita cek satu persatu, sehingga dalam waktu singkat paling lama dua hari kita sudah tahu semua status daycare yang ada di Yogyakarta,” kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai audiensi dengan orang tua korban, Minggu (27/4) sore.

Orang Tua Panik, Anak Tak Ada Tempat Dititipkan Mulai Senin Pagi

Persoalan paling mendesak bagi para orang tua bukan semata soal hukum. Senin pagi (27/4), mereka tetap harus berangkat kerja. Daycare yang selama ini mereka percaya sudah digerebek polisi dan tak lagi bisa menerima anak.

Hasto menyebut kondisi ini sebagai situasi darurat yang tidak bisa menunggu. “Bagaimana mulai besok pagi hari Senin anaknya mau dititip di mana, ini saya kira suatu hal yang urgent dan emergency,” ujarnya. Para orang tua yang menitipkan anak di daycare tersebut umumnya adalah pekerja yang tidak punya banyak waktu di rumah saat jam kerja berlangsung.

Pemkot merespons dengan menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan kepala dinas terkait lainnya untuk segera mengidentifikasi daycare-daycare lain yang aman dan layak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut dilibatkan dalam proses identifikasi ini.

“Pemerintah harus hadir, dan kami akan segera mengidentifikasi daycare-daycare lainnya yang amanah, yang aman, baik yang sehat,” kata Hasto.

Razia Tempat Penitipan Anak Se-Kota Yogyakarta Dimulai

Pemkot tidak berhenti pada identifikasi tempat alternatif. Hasto juga menginstruksikan razia terhadap seluruh tempat penitipan anak di Kota Yogyakarta. Data semua daycare yang beroperasi diklaim sudah masuk ke tangan pemerintah daerah pada Minggu (26/4).

Razia ini bertujuan memastikan tidak ada daycare lain yang bermasalah dan luput dari perhatian. Pemda menargetkan dalam dua hari, status seluruh daycare di Yogyakarta sudah diketahui secara menyeluruh.

Tim Hukum dan Psikologis Dibentuk untuk Dampingi Korban

Para orang tua korban dalam audiensi Minggu sore itu menyuarakan satu tuntutan yang sama: keadilan. Mereka menginginkan kasus kekerasan yang menimpa anak-anak mereka selama diasuh di daycare tersebut ditangani serius dan tuntas.

Pemkot bersama KPAI membentuk tim khusus yang juga melibatkan konsultan hukum. Tim ini akan menampung dan mencatat seluruh laporan dari orang tua sebagai bahan untuk proses hukum selanjutnya.

“Kami juga membersamai. Untuk itu kami bersama KPAI membentuk tim, kemudian juga ada konsultan hukum yang nanti menampung, mencatat semua laporan-laporan yang disampaikan orang tua, sebagai bahan masukan pada proses-proses hukum selanjutnya,” kata Hasto.

Daycare Little Aresha di Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo sebelumnya digerebek aparat kepolisian setelah laporan kekerasan dan penelantaran terhadap anak-anak yang dititipkan di sana. Kasus ini memantik perhatian luas, termasuk dari Dewan Perwakilan Rakyat yang mendesak agar pelaku dikenai hukuman maksimal. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga menurunkan tim untuk mendampingi penanganan kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Publik kini menantikan hasil audit dua hari yang dijanjikan Pemkot Yogyakarta sekaligus kepastian tempat yang aman bagi anak-anak yang orang tuanya tidak punya pilihan selain menitipkan buah hati mereka ke orang lain setiap hari kerja.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman