Berita

Ahmad Luthfi Ajak Warga Jawa Tengah Lawan Hoaks lewat Literasi Digital di Wonosobo

11
×

Ahmad Luthfi Ajak Warga Jawa Tengah Lawan Hoaks lewat Literasi Digital di Wonosobo

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ribuan warga Jawa Tengah kini menghadapi ancaman hoaks yang kian masif seiring derasnya arus informasi digital. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa informasi palsu bukan sekadar soal kekeliruan data, melainkan ancaman nyata yang bisa merobek persatuan dan menghambat pembangunan daerah.

Peringatan itu disampaikan Luthfi saat membuka Seminar Nasional bertema “Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat” di Aula Kampus 2 Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq), Kabupaten Wonosobo, Sabtu (25/4/2026). Seminar menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pengemudi ojek online, relawan, hingga beragam kelompok masyarakat.

Tiga Tahap Cek Informasi yang Ditekankan Gubernur

Di hadapan peserta seminar, Luthfi menekankan bahwa memerangi hoaks memerlukan ketelitian berlapis. Jangan asal percaya, jangan asal sebar.

“Memerangi hoaks ini tidak mudah. Maka kita harus lakukan cek, recheck, dan final cek. Tidak bisa sembarangan dalam menerima informasi,” ujar Luthfi.

Ia juga mendorong agar perlawanan terhadap hoaks tidak bisa ditanggung satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan komunitas digital dinilai menjadi kunci utama. Tanpa koordinasi lintas elemen, ruang penyebaran disinformasi akan terus melebar.

Transparansi Pemerintah Jadi Bagian dari Solusi

Luthfi tidak hanya mengarahkan seruan kepada warga. Ia juga mewanti-wanti seluruh jajarannya, termasuk para bupati dan wali kota di Jawa Tengah, agar menjalankan pemerintahan yang bersih dan terbuka.

“Jangan ada yang ditutup-tutupi, harus transparan agar masyarakat bisa melihat. Jangan alergi terhadap kritik, tapi jadikan sebagai pemacu untuk melayani dengan lebih baik lagi,” tegasnya.

Prinsip good and clear governance, kata Luthfi, merupakan fondasi agar kepercayaan publik tetap terjaga. Aparatur sipil negara dan seluruh pejabat publik, ia ingatkan, berdiri dalam posisi sebagai pelayan masyarakat, bukan sebaliknya.

Hoaks Dinilai Hambat Pembangunan Daerah

Luthfi secara khusus mengaitkan bahaya hoaks dengan proses pembangunan di Jawa Tengah. Menurutnya, pembangunan hanya bisa berjalan lancar bila seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat turut terlibat dan bergerak dalam satu arah.

“Kita harus menciptakan informasi yang sehat. Jangan sampai ada disinformasi yang menyebabkan perpecahan. Berikan edukasi yang membangun, jangan yang memecah persatuan,” kata Luthfi.

Literasi digital kini menjadi salah satu isu yang didorong pemerintah daerah di berbagai provinsi menyusul meningkatnya jumlah kasus penyebaran hoaks melalui media sosial dan aplikasi pesan instan. Di Jawa Tengah sendiri, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari gerakan edukasi yang menyasar langsung komunitas akar rumput.

Seminar di Wonosobo itu diharapkan Luthfi bisa menjadi titik awal gerakan literasi digital yang lebih luas, mendorong warga untuk lebih kritis sebelum meneruskan setiap informasi yang diterima.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman