Berita

Pabrik Susu di Batang Butuh 80.000 Liter Per Hari, Pasokan Masih Kurang: Ahmad Luthfi Minta Kontes Sapi Perah Digelar

10
×

Pabrik Susu di Batang Butuh 80.000 Liter Per Hari, Pasokan Masih Kurang: Ahmad Luthfi Minta Kontes Sapi Perah Digelar

Sebarkan artikel ini

Teras News — Produksi susu di Jawa Tengah belum mampu memenuhi kebutuhan industri lokal. Di Batang saja, satu perusahaan susu membutuhkan 80.000 liter per hari, namun pasokan dari peternak setempat masih jauh dari cukup. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sektor daging sapi yang produksinya hampir menyentuh 980.000 ton per tahun, atau mendekati angka kebutuhan nasional.

Kesenjangan itu mendorong Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara terbuka meminta agar kontes sapi tidak hanya menyasar sapi potong. Dalam pembukaan Kontes Sapi APPSI Jateng Season 3 di Wonoland, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (25/4/2026), Luthfi meminta agar sapi perah mendapat porsi yang sama di ajang serupa.

“Kami mohon kepada Wakil Menteri Pertanian, Ketua MPR RI dan teman-teman APPSI, jangan hanya kontes daging (sapi potong), melainkan kontes sapi susu (sapi perah) juga perlu diselenggarakan,” kata Luthfi di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Populasi Sapi Perah Jateng Hanya 85.800 Ekor dari Total 1,38 Juta Ekor

Luthfi membeberkan data populasi sapi di Jawa Tengah saat ini berjumlah 1,38 juta ekor. Dari angka itu, sapi potong mendominasi dengan 1,29 juta ekor, sedangkan sapi perah hanya 85.800 ekor. Selisih yang jauh ini mencerminkan mengapa produksi susu lokal terus tertinggal dari kebutuhan.

“Produksi daging Jawa Tengah itu sudah mendekati 980.000 ton, cukup untuk kebutuhan nasional. Di Jawa Tengah yang tidak cukup adalah susu, contoh di daerah Batang itu ada perusahaan susu yang butuh 80.000 liter per hari dan itu pasokannya masih kurang,” jelasnya.

Kontes sapi, menurut Luthfi, bukan sekadar ajang pameran hewan ternak. Ia menilai kompetisi semacam ini mampu memicu para peternak untuk berinovasi dan menghasilkan ternak berkualitas tinggi. Dengan menghadirkan kategori sapi perah, harapannya produktivitas peternak susu di Jawa Tengah ikut terdorong.

Program MBG Tambah Tekanan pada Pasokan Susu Segar Nasional

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang hadir dalam acara tersebut sependapat dengan Luthfi. Ia menyebut ketersediaan daging dan susu di Indonesia masih perlu akselerasi, terlebih dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengandalkan pasokan susu segar dalam jumlah besar.

“Makanya kami dorong peternak sapi potong dan sapi perah, agar populasi sapinya terus diperbanyak,” ujar Sudaryono.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani turut memberikan dukungannya. Muzani menyebut kontes sapi ini memberi ruang bagi antarpeternak untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman. “Wonosobo ini salah satu tempat yang bagus untuk ternak sapi. Kami akan dukung terus,” katanya.

Layanan Kesehatan Hewan Jemput Bola Jelang Iduladha

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperkuat sektor peternakan dari sisi lain. Salah satu programnya adalah Healing, singkatan dari Kesehatan Hewan Keliling, yakni layanan kesehatan hewan yang langsung mendatangi kandang peternak tanpa harus menunggu peternak datang ke dinas.

“Healing ini kami lakukan dengan cara jemput bola. Artinya kami berikan pelayanan kesehatan dengan datang langsung ke peternak. Apalagi mau mendekati Iduladha, kami ingin semua hewan kurban di Jawa Tengah sehat dan berkualitas,” ujar Luthfi.

Pemprov Jateng menempatkan penguatan sektor peternakan sebagai salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026, dengan target swasembada pangan. Program ini mencakup penyediaan bibit berkualitas, pakan ternak, dan peningkatan layanan kesehatan hewan. Apakah usulan kontes sapi perah itu akan segera terwujud, kini bergantung pada respons APPSI dan pemerintah pusat.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi