Berita

493 Atlet dari 4 Provinsi Bertarung di Kejurnas Karate Piala Wira Adhyaksa GOR Jatidiri Semarang

14
×

493 Atlet dari 4 Provinsi Bertarung di Kejurnas Karate Piala Wira Adhyaksa GOR Jatidiri Semarang

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sebanyak 493 peserta dari 41 kontingen yang mewakili empat provinsi bertanding dalam Kejuaraan Nasional Karate Piala Wira Adhyaksa di GOR Jatidiri, Semarang, Sabtu (25/4/2026). Kejurnas yang digelar Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah itu berlangsung dua hari, 25–26 April 2026.

Empat provinsi yang mengirim kontingen adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten. Turnamen ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Sumarno: Kompetisi Bentuk Mental Atlet Lebih dari Sekadar Latihan

Sumarno menekankan pentingnya frekuensi kompetisi bagi para atlet muda. Tanpa jam terbang di gelanggang sesungguhnya, kualitas latihan sebaik apa pun bisa runtuh ketika hari pertandingan tiba.

“Kalau tidak pernah diuji, mau latihan bagusnya kayak apa pun, biasanya pas pertandingan juga mentalnya down. Jadi adanya event sangat penting,” ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.

Ia mendorong semakin banyak kejurnas serupa digelar di Jawa Tengah, agar atlet-atlet daerah terus ditempa lewat persaingan langsung. Tujuan akhirnya jelas: menghasilkan atlet yang siap berlaga di ajang lebih bergengsi seperti PON, SEA Games, dan kompetisi internasional lainnya.

“Ini adalah bagian dari jam terbang anak-anak kita. Terima kasih karena kejaksaan telah mendorong teman-teman di wilayah untuk lebih perhatian terhadap karate,” kata Sumarno.

Kajati Jateng: Sportivitas Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar Jargon

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Siswanto, menyebut kolaborasi lembaga penegak hukum dengan dunia olahraga sebagai teladan nyata. Menurutnya, nilai-nilai yang lahir dari gelanggang seperti sportivitas, kedisiplinan, dan kejujuran sejalan dengan semangat penegakan hukum.

“Kejaksaan RI juga berharap bahwa semangat penegakan hukum yang jujur, adil, dan berwibawa dapat meresap ke dalam jiwa setiap atlet, wasit, juri dan seluruh perangkat kejuaraan ini. Sehingga sportivitas bukan hanya jargon, melainkan budaya yang benar-benar hidup di lapangan,” tegas Siswanto.

Siswanto menambahkan, kejuaraan ini dirancang sebagai ajang seleksi sekaligus wadah penemuan bakat karate terbaik dari berbagai daerah. Pengalaman bertanding di level nasional, menurutnya, menjadi bekal para atlet sebelum melangkah ke forum internasional.

Kajati juga berharap karate dapat berfungsi sebagai media pemersatu bangsa dan instrumen pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas, sekaligus mendukung program pemerintah di bidang pembinaan olahraga berprestasi.

Kejurnas Piala Wira Adhyaksa menjadi salah satu gelaran karate berskala nasional yang memanfaatkan GOR Jatidiri sebagai venue. Arena olahraga milik Pemprov Jawa Tengah di Semarang itu kerap digunakan untuk event olahraga regional maupun nasional. Dengan kompetisi berlangsung dua hari penuh, hasil akhir perolehan medali dari 41 kontingen akan ditentukan pada Minggu (26/4/2026).

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Ratna Dewi