Berita

15.884 UMKM Binaan Pertamina, 500 Pelaku Usaha Ikut Webinar Kartini 2026

17
×

15.884 UMKM Binaan Pertamina, 500 Pelaku Usaha Ikut Webinar Kartini 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — 15.884 — itulah jumlah UMKM yang kini dibina Pertamina melalui 30 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Angka itu bukan sekadar statistik program pemberdayaan UMKM Pertamina, melainkan gambaran skala intervensi perusahaan energi pelat merah itu terhadap pelaku usaha kecil di tengah tekanan ekonomi global yang kian berat.

Salah satu wujud program itu adalah webinar Kartini 2026 yang digelar Rabu (22/4) oleh Rumah BUMN Pertamina. Lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai daerah hadir secara daring dalam acara yang dikemas sebagai peringatan Hari Kartini sekaligus ruang berbagi strategi bertahan di tengah gejolak pasar.

Kenaikan Biaya Produksi Jadi Tekanan Nyata bagi UMKM

Vice President CSR dan SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto membuka webinar dengan menyoroti kondisi yang sedang dihadapi pelaku usaha kecil saat ini. Kenaikan biaya produksi, kata dia, langsung menghantam daya jual UMKM.

“Saat ini, UMKM sedang diuji daya tahannya. Namun, indikator ekonomi kita menunjukkan kondisi yang cukup baik. Ketahanan yang kuat harus diiringi dengan inovasi dan kegigihan agar UMKM mampu membuka peluang pasar baru dan terus meningkatkan daya saingnya,” ujar Rudi dalam sambutannya.

Pembicara yang hadir dalam webinar itu adalah Nilamsari Sahadewa, pendiri Kebab Turki Baba Rafi, jaringan waralaba kuliner yang tumbuh dari gerobak pinggir jalan hingga menembus pasar internasional. Nilamsari berbagi pengalaman soal pentingnya fondasi bisnis yang kokoh, budaya kerja, serta kesiapan sumber daya manusia ketika usaha mulai membesar. Ia juga menyinggung strategi membangun merek dan cara menghadapi krisis yang kerap mengintai usaha yang sedang berkembang.

267 Pelatihan dan 179 Pameran Lokal dalam Tiga Bulan

Catatan aktivitas Rumah BUMN Pertamina sepanjang Januari hingga Maret 2026 cukup padat. Tercatat 1.323 sertifikasi produk, 267 kegiatan pelatihan, dan 179 pameran lokal yang difasilitasi untuk UMKM binaan selama kuartal pertama tahun ini.

Rumah BUMN sendiri merupakan program inkubasi dan pendampingan usaha kecil yang dikelola Badan Usaha Milik Negara, termasuk Pertamina. Program ini menyediakan ruang fisik maupun akses pelatihan, pameran, dan sertifikasi bagi pelaku UMKM agar produk mereka memenuhi standar pasar yang lebih luas.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyebut pemberdayaan UMKM bukan kegiatan sampingan, melainkan bagian dari strategi perusahaan menciptakan dampak jangka panjang. “Ajang dalam rangka memperingati Hari Kartini ini menjadi wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendorong UMKM agar semakin tangguh dan mampu naik kelas di tengah dinamika global,” katanya.

Efisiensi Energi Masuk Agenda UMKM

Baron juga menyinggung satu topik yang jarang masuk agenda pemberdayaan UMKM: efisiensi energi. Menurutnya, pemanfaatan energi secara berkelanjutan bukan sekadar soal menekan tagihan listrik atau bahan bakar, tetapi menyentuh daya saing dan nilai tambah produk UMKM itu sendiri.

“Dengan langkah ini, UMKM tak hanya bertahan, tapi melaju lebih kuat sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional,” kata Baron.

Pertamina menargetkan UMKM binaannya mampu menembus pasar ekspor. Sejumlah produk UMKM binaan Rumah BUMN memang sudah pernah dipamerkan di forum internasional, meski skala ekspor mandiri masih menjadi tantangan bagi sebagian besar pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada pasar lokal dan platform e-commerce dalam negeri.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma