Berita

UBSI Buka Program Cicilan dan Beasiswa untuk Mahasiswa dari Keluarga Tidak Mampu

8
×

UBSI Buka Program Cicilan dan Beasiswa untuk Mahasiswa dari Keluarga Tidak Mampu

Sebarkan artikel ini
UBSI Buka Program Cicilan dan Beasiswa untuk Mahasiswa dari Keluarga Tidak Mampu

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) membuka sejumlah program pembiayaan fleksibel dan beasiswa bagi calon mahasiswa yang menghadapi keterbatasan finansial, termasuk skema cicilan uang kuliah dan beasiswa hingga 100 persen.

Langkah ini hadir di tengah realitas yang dihadapi banyak anak muda dari keluarga kurang mampu. Salah satunya adalah Anwar — nama disamarkan — seorang anak petani sawit yang diterima di program D3 Akuntansi, namun terpaksa tidak melanjutkan kuliah karena kondisi ekonomi keluarga. Ayahnya jatuh sakit, penghasilan keluarga terbatas, sementara biaya kuliah harus dibayar di muka.

Kasus seperti Anwar bukan satu-satunya. Banyak calon mahasiswa dengan potensi akademik harus menghentikan rencana pendidikan mereka karena ketidakmampuan finansial, bukan karena kekurangan kemampuan.

Skema Cicilan Uang Kuliah

UBSI, yang menyebut dirinya sebagai Kampus Digital Kreatif, menerapkan sistem pembayaran kuliah yang dapat dicicil. Dengan skema ini, mahasiswa tidak diwajibkan membayar biaya kuliah secara penuh di awal masa studi. Tujuannya adalah memberi ruang bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan meski belum memiliki dana lengkap sejak awal.

Berbagai Jalur Beasiswa

Selain skema cicilan, UBSI membuka beberapa program beasiswa dengan kriteria dan sasaran berbeda.

Beasiswa Jalur Undangan atau Indonesia Cerdas ditujukan bagi siswa dengan prestasi akademik yang konsisten. Beasiswa Indonesia Juara diberikan kepada calon mahasiswa yang memiliki pencapaian di bidang akademik maupun non-akademik.

Beasiswa Talenta Digital membuka peluang bagi generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi dan industri kreatif. Sementara program Golden Ticket memberikan kesempatan beasiswa hingga 100 persen bagi siswa berprestasi.

Keseluruhan program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi kelompok yang selama ini terkendala secara finansial.

Dilansir dari laporan Republika.