Berita

Stok Beras Garut Capai 2.700 Ton, Anggota DPR Husein Fadlulloh Pastikan Aman hingga Akhir 2026

12
×

Stok Beras Garut Capai 2.700 Ton, Anggota DPR Husein Fadlulloh Pastikan Aman hingga Akhir 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Stok beras di Gudang Bulog Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat ini mencapai 2.700 ton dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga akhir tahun. Kepastian itu disampaikan anggota Komisi VI DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, setelah meninjau langsung kondisi gudang pada Selasa (12/5/2026).

Husein datang bersama Kepala Cabang Bulog Ciamis, Johan Wahyudi. Keduanya mengecek langsung kondisi fisik beras, sistem penyimpanan, dan alur distribusi pangan di wilayah Garut.

“Tadi saya bersama Kepala Cabang Bulog Ciamis melihat langsung stok beras di Gudang Bulog Garut. Saat ini stok beras mencapai sekitar 2.700 ton,” ujar Husein.

Tiga Kecamatan Jadi Pemasok Utama Gabah di Garut

Ketahanan stok Bulog Garut tidak lepas dari pasokan gabah petani lokal. Husein menyebut Kecamatan Pameungpeuk, Kadungora, dan Cilawu sebagai daerah pemasok utama yang selama ini menopang ketersediaan beras di kabupaten tersebut.

Dalam kunjungan itu, ia juga berdialog langsung dengan pihak Bulog soal proses penyerapan gabah dari petani. Fokusnya satu: memastikan harga beli gabah sesuai ketentuan pemerintah, bukan di bawahnya.

“Kami memastikan gabah petani dibeli sesuai harga yang telah ditentukan pemerintah. Setelah itu disimpan di gudang dengan kondisi baik dan dirawat secara berkala agar kualitas tetap terjaga,” jelas Husein.

Husein Ingatkan Ancaman Permainan Harga di Pasaran

Stok yang aman di gudang belum tentu otomatis menjamin harga stabil di pasar. Husein secara khusus menyoroti risiko manipulasi harga oleh pihak-pihak yang memanfaatkan celah distribusi untuk kepentingan pribadi.

“Harga beras di pasaran harus tetap terkendali agar tidak dimainkan oleh pihak yang hanya mencari keuntungan. Kita meyakini sistem pangan dari hulu ke hilir yang dijalankan pemerintah dapat berjalan baik sehingga tujuan swasembada pangan bisa tercapai,” tegasnya.

Komisi VI DPR RI membidangi antara lain urusan perdagangan, perindustrian, dan badan usaha milik negara, termasuk Bulog yang berperan sebagai operator cadangan pangan pemerintah di tingkat nasional maupun daerah.

Kunjungan ke Gudang Bulog Garut ini merupakan bagian dari pengawasan DPR terhadap rantai distribusi pangan menjelang pertengahan tahun. Warga Garut, khususnya yang bergantung pada program beras bersubsidi, setidaknya bisa bernapas lega dengan angka stok yang tercatat hari ini.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma