Berita

Stok Beras Bulog Capai 5,32 Juta Ton di Usia ke-59, Tertinggi Sepanjang Sejarah

13
×

Stok Beras Bulog Capai 5,32 Juta Ton di Usia ke-59, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sebarkan artikel ini

Teras News — Perum Bulog mencatat stok cadangan beras pemerintah sebesar 5,32 juta ton per 13 Mei 2026, tanpa satu pun ton dari jalur impor. Pencapaian itu bertepatan dengan usia ke-59 lembaga yang berdiri pada 10 Mei 1967 itu.

“Stok itu tertinggi sepanjang sejarah sejak Bulog berdiri,” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Jumlah tersebut diklaim cukup untuk memasok kebutuhan nasional hingga tahun 2027.

Beras 5,32 Juta Ton Jadi Penyangga Daya Beli Warga

Bagi jutaan rumah tangga Indonesia, angka itu bukan sekadar statistik. Stok sebesar itu menjadi penentu apakah harga beras di warung dan pasar tradisional tetap terjangkau atau melonjak tak terkendali, terutama saat produksi sawah terganggu oleh kekeringan atau banjir.

Bulog menjaga stabilitas harga lewat tiga jalur utama: operasi pasar, gerakan pangan murah (GPM), dan penyaluran beras program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP). Sepanjang 2026, sebanyak 828 ribu ton beras SPHP dijadwalkan mengalir ke pasar.

Di negara kepulauan seperti Indonesia, jaringan gudang Bulog yang tersebar menjadi faktor krusial. Tanpa rantai distribusi yang menjangkau desa-desa terpencil, selisih harga antara kota besar dan daerah pedalaman bisa jauh lebih lebar.

Petani Langsung Dibeli di Sawah, Tengkulak Dipangkas

Tahun ini Bulog mendapat penugasan menyerap 4 juta ton gabah petani setara beras. Harga pembelian pemerintah (HPP) dipatok Rp 6.500 per kilogram, disesuaikan dengan usia panen.

Yang berubah dari mekanisme biasanya adalah cara Bulog menjemput hasil panen. Petugas turun langsung ke sawah agar gabah petani terserap tanpa harus melewati tengkulak yang kerap menekan harga di tingkat bawah. Skema ini disebut mekanisme jemput bola.

Bulog juga mendapat penugasan menyerap 1 juta ton jagung untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak nasional. Keterjangkauan pakan berkaitan langsung dengan harga daging ayam dan telur yang sehari-hari ada di meja makan masyarakat.

Enam Dekade Meredam Gejolak Harga

Hampir enam dekade Bulog berdiri, peran lembaga ini berulang kali diuji oleh krisis: dari guncangan ekonomi 1998, bencana alam yang memutus jalur distribusi, hingga tekanan rantai pasok global akibat pandemi dan konflik geopolitik.

Stok yang kini tercatat 5,32 juta ton dikelola sesuai standar operasional prosedur (SOP) agar beras tetap aman dan layak konsumsi hingga sampai ke tangan pembeli terakhir. Bulog juga memastikan beras yang beredar di pasaran bukan sekadar tersedia secara volume, melainkan terjaga mutunya.

Dengan target serapan gabah 4 juta ton dan distribusi SPHP 828 ribu ton yang masih berjalan, Bulog kini menghadapi ujian apakah rekor stok 5,32 juta ton bisa bertahan stabil sekaligus benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan di seluruh penjuru nusantara.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma