Berita

6.271 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah Sudah Jalan, 2.769 Gedung Berdiri

10
×

6.271 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah Sudah Jalan, 2.769 Gedung Berdiri

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ribuan desa dan kelurahan di Jawa Tengah kini mulai merasakan kehadiran koperasi baru di lingkungan mereka. Per 16 Mei 2026, sebanyak 6.271 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah telah beroperasi, setara 73 persen dari total target yang ditetapkan pemerintah.

Dari ribuan koperasi yang sudah berjalan itu, 2.769 unit di antaranya telah memiliki bangunan gedung permanen. Artinya, hampir separuh koperasi yang beroperasi sudah punya tempat fisik untuk menjalankan kegiatan usahanya.

2.769 Gedung Koperasi Sudah Berdiri di Berbagai Wilayah Jateng

Angka 2.769 gedung yang telah terbangun mencerminkan progres fisik yang tidak kecil. Pembangunan gedung koperasi menjadi salah satu indikator kesiapan operasional, karena tanpa fasilitas fisik, layanan kepada anggota dan masyarakat sekitar tidak dapat berjalan optimal.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan program pemerintah pusat yang dirancang untuk menggerakkan ekonomi di tingkat akar rumput. Setiap desa dan kelurahan ditargetkan memiliki satu unit koperasi yang berfungsi sebagai simpul distribusi kebutuhan pokok, simpan pinjam, hingga pengelolaan aset bersama warga.

Jawa Tengah termasuk provinsi dengan jumlah desa dan kelurahan terbanyak di Indonesia. Target pembentukan KDKMP di provinsi ini pun terbilang besar, sehingga capaian 6.271 unit dalam waktu yang relatif singkat menjadi gambaran percepatan yang sedang didorong pemerintah daerah bersama pusat.

27 Persen Target Belum Tercapai

Meski 73 persen target sudah terpenuhi, masih ada 27 persen koperasi yang belum beroperasi. Dari sisi gedung, kesenjangan antara jumlah koperasi yang beroperasi (6.271 unit) dengan yang sudah punya bangunan (2.769 unit) juga masih lebar. Itu berarti sekitar 3.500 koperasi yang sudah aktif beroperasi belum ditunjang fasilitas gedung sendiri.

Data ini dilaporkan dari Boyolali pada 16 Mei 2026, berdasarkan laporan perkembangan program KDKMP Jawa Tengah yang dirilis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Proses pengisian kekosongan — baik dari sisi koperasi yang belum beroperasi maupun gedung yang belum terbangun — menjadi pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan dalam waktu dekat agar program ini bisa menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Jawa Tengah secara merata.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Arif Budiman