Berita

Perry Warjiyo: Rupiah Diprediksi ke Rp 16.500 per Dolar AS di Akhir 2026

9
×

Perry Warjiyo: Rupiah Diprediksi ke Rp 16.500 per Dolar AS di Akhir 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rp 16.500 per dolar AS — angka itu disebut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebagai proyeksi nilai tukar rupiah pada penghujung 2026. Prediksi ini disampaikan Perry dengan rentang pergerakan antara Rp 16.200 hingga Rp 16.800 per dolar AS.

Proyeksi Rupiah: Rp 16.200 hingga Rp 16.800 per Dolar AS

Perry Warjiyo menyebut rerata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi menyentuh Rp 16.500 pada akhir tahun ini. Rentang yang ia perkirakan cukup lebar, yakni Rp 16.200 di batas bawah dan Rp 16.800 di batas atas.

Proyeksi itu bukan tanpa dasar. Nilai tukar rupiah memang tengah menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS di pasar global, seiring ketidakpastian kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Kondisi ini turut memengaruhi pergerakan mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Bank Indonesia selama ini menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar spot maupun pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Instrumen DNDF adalah kontrak berjangka valas yang transaksinya diselesaikan di dalam negeri, berbeda dengan NDF konvensional yang berlangsung di pasar offshore.

Angka Rp 16.500 Jadi Acuan Pasar

Pernyataan orang nomor satu di Bank Indonesia itu berpotensi menjadi acuan bagi pelaku pasar dan korporasi dalam menyusun proyeksi keuangan hingga akhir 2026. Bagi importir, angka ini penting untuk menghitung biaya pengadaan barang dari luar negeri. Bagi eksportir, rentang tersebut menggambarkan potensi konversi hasil devisa mereka.

Rupiah saat ini masih bergerak di kisaran yang tidak jauh dari proyeksi Perry. Pergerakan mata uang domestik terhadap dolar AS terus dipantau ketat oleh Bank Indonesia, yang memiliki mandat menjaga stabilitas nilai tukar sebagai bagian dari tugasnya mengendalikan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dengan rentang proyeksi selebar Rp 600 — dari Rp 16.200 hingga Rp 16.800 — Bank Indonesia memberi sinyal bahwa volatilitas masih akan mewarnai pergerakan rupiah sepanjang sisa tahun ini. Publik dan pelaku usaha kini menunggu perkembangan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya, yang selama ini menjadi faktor paling berpengaruh terhadap arah dolar AS di pasar global.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Arif Budiman