Teras News — Indonesia segera mencatatkan sejarah baru di pasar keuangan China. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan penerbitan Panda Bond, yakni surat utang berdenominasi yuan yang diterbitkan di pasar domestik China, masih berjalan sesuai rencana dengan target awal Juli 2026.
Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, menyampaikan kepastian itu kepada wartawan di kantornya pada 25 Juni 2026. “Masih sesuai jadwal sih, Insya Allah awal Juli 2026,” kata Herman. Tanggal pasti penerbitan, ia mengakui, belum dapat dipastikan karena proses administrasi masih berjalan.
Proses perizinan ke People’s Bank of China (PBoC), bank sentral China, sudah dimulai sejak kunjungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke Beijing. Herman menjelaskan pertemuan antara Purbaya dan Gubernur PBoC Pan Gongsheng menghasilkan sinyal positif soal kecepatan proses. “Kemarin kita sudah ketemu dengan PBoC, karena kan perizinannya harus masuk juga ke PBoC ya. Pak Menteri sudah ketemu dengan gubernur PBoC, beliau berkomitmen, oke kita bersedia untuk membantu, kita bisa cepat-cepat. Tapi kan tetap administrasi harus kita lakukan ya,” jelas Herman.
Baca Juga:
Kunjungan Purbaya ke Beijing selama dua hari pada 18 Juni 2026 mencakup rangkaian pertemuan dengan Kementerian Keuangan China, PBoC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan sejumlah investor. Dari pertemuan itu, dukungan Pemerintah China terhadap rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia terkonfirmasi secara langsung. “Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan China, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya dari Beijing.
PBoC bahkan menjanjikan percepatan proses perizinan begitu dokumen pengajuan resmi masuk. “Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBoC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” kata Purbaya.
Penerbitan Panda Bond masuk dalam strategi Kementerian Keuangan untuk memperluas basis pembiayaan pembangunan nasional agar tidak terpusat pada satu mata uang. “Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China,” ujar Purbaya.
Berita Terkait
Editor: Ratna Dewi