Teras News — Tiga puluh tujuh orang, terdiri dari 10 mantan anggota kelompok bersenjata beserta keluarga mereka, kini berada di bawah pengawasan dan perlindungan penuh aparat TNI setelah menyatakan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proses penjemputan dilakukan di Pos Meyerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Kesepuluh orang itu sebelumnya tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya, mencakup unsur Kowip I, Batalyon Ofir, dan Batalyon Sair. Ikrar kesetiaan kepada NKRI disampaikan secara resmi di Manokwari dan disaksikan langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto.
“Puji syukur hari ini kita semua menyaksikan sepuluh mantan anggota OPM mengucapkan janji setia kepada NKRI,” kata Lucky di Manokwari, Papua Barat.
Baca Juga:
Proses kembalinya mereka bukan sesuatu yang instan. Pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan jajaran Kodam XVIII/Kasuari bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat membutuhkan waktu hampir enam bulan. Satuan Tugas Yonif 410/Aluguro disebut intens menjalin komunikasi sebelum penjemputan akhirnya terlaksana.
“Proses kembalinya sepuluh anggota OPM beserta keluarga mereka, kurang lebih sebanyak 37 orang, berlangsung cukup panjang, hampir enam bulan,” ujar Lucky.
Dari sisi struktur, mereka yang kembali bukan sekadar anggota biasa. Di antara 10 orang itu terdapat unsur komandan batalyon dan wakil komandan, menjadikan langkah ini punya bobot tersendiri dalam konteks operasi keamanan di wilayah Sorong Raya.
Setibanya di Markas Kodam XVIII/Kasuari, seluruh mantan anggota kelompok bersenjata beserta keluarga menjalani pemeriksaan kesehatan awal. Lucky memastikan kondisi mereka baik. Kodam XVIII/Kasuari juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk menyusun rencana pemasyarakatan, pembinaan, serta pemberian layanan dasar bagi kelompok ini.
“Kami memberikan jaminan keamanan sepenuhnya bagi mereka yang mau kembali ke pangkuan NKRI,” ucap Lucky.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyambut peristiwa ini dan menegaskan pemerintah daerah membuka ruang bagi warga yang ingin menyampaikan ketidakpuasan atas layanan publik atau program pembangunan melalui jalur yang tersedia. “Kalau mereka tidak puas dengan kinerja pemerintah, bisa disampaikan melalui jalur yang sudah ditentukan. Terima kasih hari ini sudah ada sepuluh yang kembali,” kata Dominggus.
Lucky juga berharap langkah 10 kombatan ini bisa mendorong anggota separatis lain di Tanah Papua untuk meninggalkan aktivitas bersenjata dan kembali ke masyarakat.
Berita Terkait
Editor: Surya Dharma