Teras News — 11.000 pelaut — itulah jumlah nyawa yang kini tergantung di tengah ketidakpastian di Selat Hormuz, jalur laut sempit penghubung Teluk Persia dan Teluk Oman yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia. Rencana evakuasi yang sudah diumumkan Organisasi Maritim Internasional (IMO) bersama Oman pada 25 Juni 2026 mendadak dibatalkan hanya beberapa jam setelah pengumuman, menyusul serangan terhadap sebuah kapal kargo di perairan Teluk Oman.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan kapal kargo tersebut tertabrak proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman. Insiden itu merusak anjungan kapal. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan lingkungan yang tercatat.
Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez langsung merespons via akun X-nya. “Saya telah diberitahu tentang serangan hari ini di Teluk Oman. Keselamatan pelaut tetap menjadi prioritas utama,” tulisnya. Ia kemudian mempertegas: “Untuk memastikan pendekatan terkoordinasi dan keselamatan navigasi, rencana evakuasi IMO akan ditunda hingga ada kejelasan lebih lanjut.”
Baca Juga:
Penundaan ini langsung berdampak pada lebih dari 11.000 pelaut yang sudah menunggu kepastian evakuasi. Mereka terdampar di wilayah yang tengah dilanda ketegangan keamanan maritim tinggi, tanpa tahu kapan jalur keluar akan dibuka kembali.
Washington menyatakan mengetahui laporan serangan tersebut dan sedang menyelidikinya. Seorang pejabat AS yang meminta namanya tidak disebut menyampaikan sikap tegas pemerintahan Trump. “Presiden Trump telah menegaskan bahwa Iran tidak dapat mengganggu kelancaran lalu lintas di Selat,” kata pejabat itu.
Berita Terkait
Editor: Surya Dharma