Berita

PHR Temukan Potensi Tersembunyi di Blok Rokan, Sumur MNK Gula Modet Capai Kualitas World Class

5
×

PHR Temukan Potensi Tersembunyi di Blok Rokan, Sumur MNK Gula Modet Capai Kualitas World Class

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jakarta – Dua sumur Migas Non-Konvensional (MNK) milik Pertamina Hulu Rokan di Blok Rokan, Riau, berhasil menemukan reservoir berkualitas world class. Temuan itu kini menjadi andalan perusahaan untuk membalik tren penurunan produksi minyak nasional yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Vice President Exploration PHR, Suprayitno Adhi Nugroho, mengungkap kabar itu dalam Energy Forum CNBC Indonesia di Jakarta, pada 25 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa pengeboran MNK dari dua sumur, yakni Gula Modet dan Kelogdet, berjalan sukses dan menghasilkan penemuan yang di luar ekspektasi awal tim eksplorasi.

“Bisnis model baru yang kita lakukan di Rokan, salah satunya selain kita mendorong untuk percepatan produksi dari existing melalui COR, adalah dengan MNK, MNK Non-Conventional,” jelas Suprayitno.

MNK adalah metode eksplorasi yang menyasar cadangan minyak dan gas yang terperangkap di formasi batuan ketat, berbeda dari sumur konvensional yang mengalirkan migas secara alami. PHR menyebut potensi cadangan dari jalur ini mencapai miliaran barel.

Penemuan sumur MNK bukan satu-satunya kejutan. Area Pinang East, salah satu zona eksplorasi konvensional PHR di blok yang sama, sudah menyumbang produksi 2.500 barel minyak per hari (BOPD). Angka itu terbilang signifikan untuk lapangan yang usianya sudah tidak muda.

“Itu bener-bener menjadi salah satu game changer, ternyata di blok yang sudah sepuh kita masih punya hidden potential,” kata Suprayitno.

Untuk menggenjot cadangan secara lebih sistematis, PHR menjalankan Komitmen Kerja Pasti (KKP) yang mencakup eksplorasi masif, survei seismik, serta program Enhanced Oil Recovery (EOR), yaitu teknik untuk memompa lebih banyak minyak dari reservoir yang ada. Suprayitno menyebut tingkat keberhasilan eksplorasi perusahaan saat ini menyentuh angka sekitar 70 persen. “Sumber-sumber eksplorasi cukup berhasil, kita punya success ratio less than sekitar 70 persen,” terangnya.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman