Berita

Energi Surya Indonesia Baru Dipakai 0,07 Persen dari Potensi 207,8 GW, MOSAIC Dorong PLTS Berbasis Komunitas

10
×

Energi Surya Indonesia Baru Dipakai 0,07 Persen dari Potensi 207,8 GW, MOSAIC Dorong PLTS Berbasis Komunitas

Sebarkan artikel ini

Teras News — Potensi energi surya Indonesia mencapai 207,8 gigawatt, namun baru 0,07 persen yang benar-benar dimanfaatkan. Kesenjangan raksasa ini mendorong organisasi Muslims for Shared Action on Climates Impact (MOSAIC) untuk mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berbasis komunitas sebagai jalur akselerasi transisi energi terbarukan di Indonesia, pada diskusi yang digelar di Jakarta, 2 Juli 2026.

Bendahara Umum MOSAIC, Hidayat Tri Sutardjo, menyebut kondisi serupa terjadi pada panas bumi — sumber energi yang selama ini dikenal sebagai keunggulan Indonesia — yang baru termanfaatkan 8,9 persen dari total potensinya. Angka-angka ini menempatkan Indonesia jauh dari target ambisius Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kapasitas listrik tenaga surya nasional menyentuh 100 gigawatt.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan proyek-proyek skala industri besar semata. Kita perlu menyentuh akar rumput. Di sinilah pentingnya konsep PLTS berbasis komunitas,” kata Hidayat dalam diskusi bertema “Potensi Keuangan Islam untuk Pendanaan PLTS Berbasis Komunitas”.

Model komunitas yang dimaksud bukan sekadar membangun panel surya di lingkungan warga. Hidayat menekankan bahwa ketika masyarakat memiliki dan mengelola sendiri sumber energinya, kemandirian ekonomi ikut terbangun. Transisi energi dalam skema ini bukan lagi sekadar agenda lingkungan, melainkan alat pemberdayaan ekonomi warga.

Tantangan terbesarnya ada di pendanaan. MOSAIC tengah mengupayakan skema pembiayaan yang mereka sebut blended finance — pendekatan yang mengintegrasikan instrumen keuangan Islam seperti Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf dengan produk investasi seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), yakni obligasi syariah yang terhubung dengan wakaf tunai.

“Celah pembiayaan yang besar membuka ruang bagi keuangan Islam untuk hadir sebagai solusi nyata, melalui skema blended finance yang mengintegrasikan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf dengan instrumen seperti Cash Waqf Linked Sukuk,” ujar Hidayat.

MOSAIC saat ini bekerja bersama sejumlah lembaga lain melalui penelitian dan diskusi antarlembaga. Pendanaan dari kalangan umat Islam disebut sebagai salah satu sumber yang tengah diupayakan secara aktif untuk mewujudkan proyek PLTS komunitas pertama mereka.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Surya Dharma