Teras News — Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, menyabet juara pertama nasional dalam Abpednas Jaga Desa Awards 2026 kategori kepatuhan entry data. Penghargaan itu diraih di tengah persaingan sekitar 76 ribu desa di seluruh Indonesia.
Abpednas (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) menyelenggarakan ajang Jaga Desa Awards sebagai kompetisi pengakuan atas kinerja tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam disiplin pelaporan dan pengelolaan data desa secara digital.
Rutin Lapor Bulanan Lewat Google Drive, Jepangpakis Ungguli Ribuan Desa
Kepala Desa Jepangpakis, Sakroni, mengungkapkan bahwa kunci kemenangan desanya terletak pada kedisiplinan pelaporan rutin setiap bulan. Tim desa memanfaatkan Google Drive untuk menginput data perencanaan, pelaksanaan dana desa, aset desa, hingga profil desa secara konsisten dan berkelanjutan.
Baca Juga:
“Kami bangga menjadi yang terbaik dari sekitar 76 ribu desa. Hal ini karena kepatuhan kami dalam input data perencanaan, pelaporan pelaksanaan dana desa, aset desa, hingga profil desa. Agar tidak mengalami kesulitan dalam penyusunan laporan, kami secara rutin membuat laporan setiap bulan melalui Google Drive,” kata Sakroni.
Pola kerja itu terbukti efektif. Jepangpakis tidak hanya lolos seleksi, tapi tampil sebagai yang terbaik di tingkat nasional.
Bupati Sam’ani: Jepangpakis Buktikan Desa Kudus Mampu Bersaing Nasional
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut saat ditemui di Pringgitan Pendapa, Rabu (22/4/2026).
“Prestasi ini menunjukkan bahwa desa di Kabupaten Kudus mampu bersaing di tingkat nasional. Jepangpakis telah memberikan contoh bagaimana kedisiplinan dalam pengelolaan dan pelaporan data dapat meningkatkan kualitas pemerintahan desa, sekaligus kepercayaan masyarakat,” ujar Sam’ani.
Bupati juga mendorong desa-desa lain di Kabupaten Kudus untuk meniru pola kerja Jepangpakis. “Dengan keberhasilan ini, kami berpesan agar dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, sehingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa semakin kuat,” imbuhnya.
Sakroni menyatakan desanya siap menjadi role model nasional dalam pengelolaan data desa yang transparan, sekaligus mendorong penguatan akuntabilitas pengelolaan dana desa di lingkup Kabupaten Kudus.
Dilansir dari laporan Jateng Prov.
Editor: Surya Dharma