Berita

IHSG Tergelincir 52 Poin ke 6.318, Saham Barang Baku Ambruk 4,60 Persen

11
×

IHSG Tergelincir 52 Poin ke 6.318, Saham Barang Baku Ambruk 4,60 Persen

Sebarkan artikel ini

Teras News — Hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia rontok bersamaan pada Rabu sore. IHSG ditutup melemah 52,18 poin atau 0,82 persen ke posisi 6.318,50, dengan saham-saham sektor barang baku memimpin pelemahan paling dalam sepanjang hari.

Tekanan datang dari dua arah sekaligus: pengumuman kebijakan domestik yang membutuhkan respons pasar, dan keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan lebih tinggi dari perkiraan. Indeks LQ45, yang memuat 45 saham unggulan, ikut tergerus 4,14 poin atau 0,65 persen ke posisi 630,68.

Kenaikan BI-Rate 50 Bps Kejutkan Pasar

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Mei 2026 memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin ke level 5,25 persen. Angka itu melampaui ekspektasi konsensus yang hanya memperkirakan kenaikan ke 5 persen. Keputusan itu memang mendorong penguatan rupiah sebesar 0,29 persen ke level Rp 17.654 per dolar AS, namun pasar saham bereaksi sebaliknya.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mencatat bahwa IHSG bergerak fluktuatif sejak pembukaan sebelum akhirnya terjebak di zona merah. “IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu, setelah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan,” kata Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Pidato Prabowo di DPR Juga Jadi Perhatian Pelaku Pasar

Dari sisi domestik, para pelaku pasar turut mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR yang menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2027.

Dalam pidato yang sama, Presiden mengumumkan rencana pemerintah mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam melalui perusahaan BUMN yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal. Presiden juga menginstruksikan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk menurunkan suku bunga kredit bagi masyarakat kecil.

Sembilan Sektor Melemah, Barang Baku Paling Dalam

Dari sembilan sektor yang melemah, sektor barang baku anjlok paling dalam sebesar 4,60 persen. Sektor transportasi dan logistik menyusul dengan penurunan 4,34 persen, disusul sektor energi yang turun 2,63 persen.

Saham-saham yang mencatat pelemahan terbesar antara lain RELI, TPIA, WBSA, ASPR, dan SMMT. Di sisi saham penguatan, LCKM, SURE, APIC, INTD, dan MORA menempati posisi teratas.

Secara keseluruhan, frekuensi perdagangan tercatat 2.476.561 kali transaksi. Volume saham yang berpindah tangan mencapai 41,12 miliar lembar senilai Rp 22,35 triliun. Dari seluruh saham yang aktif, 208 naik, 483 turun, dan 126 stagnan.

Bursa Asia Kompak Tertekan

Tekanan bukan hanya datang dari dalam negeri. Bursa-bursa utama Asia juga kompak melemah pada sore yang sama. Indeks Nikkei di Tokyo turun 808,59 poin atau 1,34 persen ke 59.742,00. Indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 146,73 poin atau 0,57 persen ke 25.651,12. Indeks Straits Times Singapura melemah 26,54 poin atau 0,52 persen ke 5.045,80, sedangkan Indeks Shanghai hanya turun tipis 7,35 poin atau 0,18 persen ke 4.162,18.

Pergerakan IHSG dalam waktu dekat masih akan bergantung pada bagaimana pasar mencerna dua sinyal yang saling berlawanan: penguatan rupiah akibat kenaikan BI-Rate di satu sisi, dan tekanan terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya pinjaman di sisi lainnya.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Ratna Dewi