Teras News — Indonesia mengambil jalur diplomasi lewat dua negara sekutu untuk menyelamatkan sembilan warga negaranya. Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan pemerintah telah meminta bantuan Yordania dan Turki guna memastikan kondisi 9 WNI yang kini ditahan oleh pihak berwenang Israel.
Jalur Yordania dan Turki Dipilih untuk Tekan Israel
Sugiono menyebut kedua negara itu dipilih karena memiliki jalur komunikasi yang lebih terbuka dengan Israel dibanding Indonesia, yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Tel Aviv. Yordania adalah satu-satunya negara Arab yang memiliki perjanjian damai dengan Israel sejak 1994, sementara Turki, meski sempat membekukan hubungan, tetap menjaga saluran diplomatik tertentu dengan pemerintah Israel.
Ketiadaan hubungan diplomatik langsung antara Jakarta dan Tel Aviv inilah yang membuat Indonesia harus mengandalkan negara ketiga dalam setiap urusan konsuler yang menyangkut warga negara Indonesia di wilayah Israel maupun Palestina.
Baca Juga:
Nasib 9 WNI Masih Belum Jelas
Kondisi kesembilan WNI tersebut hingga kini belum sepenuhnya diketahui. Pemerintah belum merinci identitas, lokasi penahanan, maupun alasan di balik penangkapan mereka. Sugiono belum memberikan keterangan lebih lanjut soal sejak kapan para WNI itu ditahan.
Keterlibatan Yordania dan Turki diharapkan membuka akses informasi yang selama ini tertutup bagi Indonesia akibat ketiadaan perwakilan diplomatik di Israel.
Pemerintah Indonesia selama ini menangani urusan warga negara di wilayah Palestina dan Israel melalui Kedutaan Besar RI di Amman, Yordania, yang merangkap sebagai jalur koordinasi untuk kawasan tersebut. Upaya pembebasan kini bergantung pada seberapa jauh kedua negara mitra itu bisa menekan atau bernegosiasi dengan pihak Israel.
Editor: Arif Budiman