Teras News — Melati Sarnita, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminum (Inalum), mengakui perempuan di industri tambang dan manufaktur masih menghadapi tantangan besar untuk bisa naik ke posisi kepemimpinan. Ia berbicara lantang soal itu di hadapan peserta Top Woman Fest di Sarinah, Jakarta, Sabtu (26/4/2026).
“Kebetulan saya di manufacturing dan juga pertambangan jadi perempuannya masih sedikit,” kata Melati di forum tersebut.
Bertahan di Sektor yang Didominasi Laki-laki
Bagi banyak perempuan, masuk ke industri pertambangan bukan pilihan yang mudah. Sektor ini secara historis dikuasai tenaga kerja laki-laki, mulai dari lantai produksi hingga ruang direksi. Melati merasakan sendiri dinamika itu selama bertahun-tahun berkarier, mulai dari PT Perusahaan Gas Negara LNG Indonesia hingga PT Krakatau Steel, sebelum akhirnya memimpin Inalum.
Baca Juga:
Lulusan Teknik Metalurgi Universitas Indonesia dan pemegang gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada ini tidak menyebut hambatan gender sebagai tembok yang tak bisa diruntuhkan. Yang ia tekankan adalah soal kemauan dan kerja keras sebagai syarat mutlak.
Namun ia tidak menutup mata. Tantangan nyata tetap ada, dan ia ingin situasi itu berubah.
“Kalau untuk perempuan-perempuan di dunia laki-laki ini masih banyak sekali tantangannya jadi hopefully ke depannya kita bisa jauh lebih bagus lagi daripada hari ini,” ujar Melati.
Komitmen Dorong Kepemimpinan Perempuan di Inalum
Melati menyatakan dirinya akan aktif mendorong ruang kepemimpinan yang lebih luas bagi perempuan di sektor yang ia pimpin. Persaingan yang sehat dengan kaum laki-laki, menurutnya, adalah target yang realistis sekaligus perlu diperjuangkan secara konsisten.
Di forum Top Woman Fest, Melati juga meraih penghargaan Top Woman in Metals and Energy Leadership atas rekam jejaknya memimpin perusahaan di sektor strategis nasional.
Inalum sendiri merupakan produsen aluminium milik negara yang berperan dalam rantai pasokan industri manufaktur nasional. Posisi Melati sebagai dirut menjadikannya salah satu pemimpin perempuan paling senior di sektor energi dan tambang Indonesia saat ini.
Perjalanan Melati dari insinyur metalurgi hingga kursi dirut perusahaan tambang negara kini menjadi referensi bagi perempuan muda yang ingin merambah sektor serupa, di tengah upaya yang masih terus berjalan untuk menyeimbangkan representasi gender di industri berat Indonesia.
Editor: Ratna Dewi