Berita

Cicilan KUR BRI 2026 Mulai Rp 1 Jutaan per Bulan untuk Pinjaman Rp 100 Juta, Ini Syarat Lengkapnya

8
×

Cicilan KUR BRI 2026 Mulai Rp 1 Jutaan per Bulan untuk Pinjaman Rp 100 Juta, Ini Syarat Lengkapnya

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pinjaman Rp 100 juta dengan cicilan bulanan yang bisa dimulai dari kisaran Rp 1 jutaan — angka itu kini bisa dihitung sendiri oleh pelaku usaha kecil sebelum melangkah ke kantor bank. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 menawarkan tenor hingga 60 bulan dengan suku bunga 6 persen per tahun, jauh di bawah bunga pinjaman komersial perbankan yang rata-rata berada di kisaran 10-12 persen per tahun.

Bagi pemilik usaha yang berencana mengajukan pinjaman antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta, kategori yang berlaku adalah KUR Kecil. Segmen ini memang dirancang khusus untuk pelaku usaha yang sudah melewati fase rintisan dan butuh suntikan modal lebih besar untuk ekspansi produksi, penambahan stok, atau pengembangan kapasitas usaha.

Makin Panjang Tenor, Makin Ringan Cicilan tapi Total Bunga Membengkak

Prinsip dasar yang perlu dipahami calon debitur: semakin panjang tenor yang dipilih, semakin kecil cicilan per bulan. Namun total bunga yang terbayar sepanjang masa kredit justru lebih besar dibanding tenor pendek. Pemilihan tenor 60 bulan memang meringankan kas bulanan, tapi secara akumulatif biaya yang dikeluarkan lebih tinggi ketimbang tenor 12 atau 24 bulan.

Suku bunga KUR BRI sebesar 6 persen per tahun ditetapkan pemerintah melalui skema subsidi bunga. Artinya, selisih antara bunga pasar dan bunga yang dibayar debitur ditanggung negara. Program ini sudah berjalan sejak 2007 dan menjadi salah satu instrumen pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia dari sisi jumlah penyaluran.

Siapa yang Bisa Mengajukan?

Syarat utamanya tidak rumit. Calon peminjam wajib berstatus Warga Negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Usaha yang dijalankan harus sudah beroperasi minimal enam bulan secara konsisten — bukan usaha baru yang baru berdiri hitungan minggu.

Dokumen yang perlu disiapkan meliputi e-KTP, Kartu Keluarga, dan izin usaha resmi seperti NIB (Nomor Induk Berusaha), IUMK (Izin Usaha Mikro dan Kecil), atau SKU (Surat Keterangan Usaha). Khusus untuk pengajuan di atas Rp 50 juta, NPWP menjadi dokumen wajib yang tidak bisa digantikan dokumen lain.

NIB sendiri bisa diperoleh secara gratis melalui sistem OSS (Online Single Submission) di laman oss.go.id, sehingga pelaku usaha yang belum memiliki izin formal bisa mengurusnya terlebih dahulu sebelum mengajukan KUR.

Dua Jalur Pengajuan: Kantor Cabang atau Aplikasi

Pengajuan bisa dilakukan dua cara. Pertama, datang langsung ke kantor cabang BRI terdekat, mengisi formulir, dan menyerahkan berkas fisik. Petugas bank akan melakukan wawancara dan survei lapangan untuk memvalidasi kondisi operasional usaha secara langsung.

Kedua, melalui jalur digital lewat laman kur.bri.co.id atau aplikasi BRImo. Calon pemohon cukup mengunggah dokumen dalam format digital, memilih jenis pinjaman, dan menentukan nominal yang dibutuhkan.

Apapun jalur yang dipilih, seluruh pengajuan akan melewati tahap verifikasi dokumen dan pengecekan SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan). SLIK OJK mencatat riwayat kredit seseorang di seluruh lembaga keuangan — debitur dengan catatan kredit macet di pinjaman sebelumnya berpotensi besar ditolak pada tahap ini. Jika analisis kredit dinyatakan layak dan akad kredit sudah ditandatangani, dana langsung cair ke rekening debitur.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Surya Dharma