Internasional

Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Iran Ajukan Dokumen Baru 10 Menit Kemudian

12
×

Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Iran Ajukan Dokumen Baru 10 Menit Kemudian

Sebarkan artikel ini

Teras News — Negosiasi nuklir Iran-AS guncang Pakistan, Sabtu (26/4/2026). Donald Trump membatalkan keberangkatan utusannya ke Islamabad untuk perundingan damai, namun hanya berselang sepuluh menit, Iran mengirimkan dokumen proposal baru yang disebut Trump jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Mereka memberi kami sebuah dokumen yang seharusnya lebih baik dan yang menarik segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit, kami menerima dokumen baru yang jauh lebih baik,” kata Trump kepada wartawan, sebagaimana dilaporkan AFP.

Kushner dan Witkoff Batal Terbang ke Islamabad

Gedung Putih sebelumnya mengumumkan menantu Trump, Jared Kushner, bersama utusan khusus Steve Witkoff akan berangkat ke Pakistan untuk bertemu pihak Iran dalam kerangka mediasi diplomatik. Rencana itu Trump batalkan sendiri lewat pernyataan kepada Fox News.

Alasannya tajam. Trump merasa perjalanan jauh ke Asia Selatan tidak sepadan jika pembicaraan yang terjadi tidak menghasilkan sesuatu yang substansial. “Kami memegang semua kartu. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja mereka mau, tetapi Anda tidak akan lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk-duduk membicarakan hal-hal yang tidak penting,” tegasnya kepada timnya.

Pembatalan itu sempat memunculkan spekulasi bahwa konflik bersenjata antara AS dan Iran bakal kembali memanas. Trump menepis kemungkinan itu. “Tidak, itu tidak berarti demikian. Kami belum memikirkannya,” ujarnya.

Araghchi Tinggalkan Islamabad, Sindir Keseriusan Washington

Di saat bersamaan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengakhiri kunjungannya ke Islamabad. Ia bertemu Panglima Militer Pakistan Asim Munir, yang bertindak sebagai mediator utama dalam proses ini, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Araghchi menyebut kunjungannya ke Pakistan efektif, namun ia tidak menyembunyikan keraguannya terhadap niat Amerika Serikat. “Kita masih harus melihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi,” katanya.

Iran mengonfirmasi Araghchi bertolak ke Muscat, Oman, untuk menghadiri pertemuan lanjutan sebelum kembali ke Pakistan. Setelah itu, ia dijadwalkan terbang ke Rusia untuk membicarakan penghentian perang yang AS dan Israel mulai pada 28 Februari 2026.

Televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa Araghchi memang tidak berencana menemui pejabat AS secara langsung di Islamabad. Pakistan diposisikan sebagai perantara yang menyampaikan usulan antar kedua pihak, bukan sebagai tuan rumah pertemuan tatap muka.

Pakistan Tegaskan Komitmen Fasilitasi Perdamaian

PM Sharif menyatakan ia telah berbicara langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Islamabad, kata Sharif, berkomitmen memfasilitasi proses perdamaian ini.

Proses negosiasi ini berlangsung dalam konteks konflik bersenjata yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari 2026. Pakistan mengambil peran sebagai negara penghubung mengingat hubungan diplomatiknya yang terjaga dengan kedua kubu. Kini, dengan dokumen baru di tangan Washington dan Araghchi yang terus bergerak dari satu ibu kota ke ibu kota lain, arah perundingan bergantung pada langkah berikutnya dari kedua belah pihak.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Surya Dharma