Berita

Puasa Tasu’a dan Asyura 1448 H: Ini Tanggal dan Keutamaannya bagi Umat Muslim

10
×

Puasa Tasu’a dan Asyura 1448 H: Ini Tanggal dan Keutamaannya bagi Umat Muslim

Sebarkan artikel ini

Teras News — Bulan Muharam 1448 H sudah di depan mata. Umat Muslim yang ingin menjalankan puasa Tasu’a dan Asyura perlu mengetahui jadwal pastinya agar tidak melewatkan dua ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar ini.

Puasa Tasu’a Jatuh pada 9 Muharam, Asyura pada 10 Muharam

Puasa Tasu’a dilaksanakan setiap tanggal 9 Muharam, sedangkan Puasa Asyura jatuh pada 10 Muharam. Keduanya dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan masuk dalam rangkaian ibadah sunnah utama di bulan yang disebut sebagai salah satu bulan haram dalam kalender Hijriah ini.

Untuk tahun 2026, penentuan tanggal pastinya mengacu pada hasil hisab atau rukyat hilal yang dilakukan oleh organisasi Islam maupun pemerintah. Umat Muslim disarankan mengikuti pengumuman resmi dari Kementerian Agama atau organisasi keislaman seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama untuk kepastian jadwal.

Keutamaan Puasa Asyura yang Diakui Sejak Zaman Nabi

Puasa Asyura bukan ibadah biasa. Dalam sejumlah riwayat hadis, Rasulullah SAW menyebut puasa pada 10 Muharam dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Keutamaan ini menjadikan Asyura sebagai salah satu puasa sunnah paling istimewa sepanjang tahun, setingkat di bawah puasa Arafah.

Puasa Tasu’a, yang dikerjakan sehari sebelumnya, dianjurkan sebagai pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang juga berpuasa pada 10 Muharam. Dengan berpuasa dua hari berturut-turut pada 9 dan 10 Muharam, umat Islam mengikuti sunnah Nabi secara lebih sempurna.

Cara Membaca Niat Puasa Tasu’a dan Asyura

Niat puasa Tasu’a dibaca pada malam hari atau sebelum fajar: “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Tasu’a lillahi ta’ala.” Artinya, berniat puasa sunnah Tasu’a esok hari karena Allah Ta’ala.

Niat puasa Asyura hampir serupa: “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Asyura lillahi ta’ala.” Keduanya boleh diniatkan dalam hati tanpa harus diucapkan keras.

Bagi yang tidak sempat berniat pada malam hari, ulama membolehkan niat puasa sunnah dilakukan pagi hari sebelum masuk waktu zuhur, dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Muharam, Bulan Istimewa dalam Kalender Islam

Muharam adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan haram, yaitu bulan yang dihormati dan dimuliakan dalam Islam. Tiga bulan haram lainnya adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah, sedekah, dan zikir. Pergantian tahun baru Hijriah juga kerap dijadikan momen refleksi dan evaluasi diri bagi banyak Muslim di Indonesia.

Menjelang masuknya Muharam 1448 H, antusiasme umat Muslim mencari informasi jadwal puasa sunnah meningkat. Mempersiapkan diri dari jauh hari, termasuk mengetahui niat dan tata caranya, menjadi bagian dari ikhtiar menyambut bulan mulia ini dengan sebaik-baiknya.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma