Berita

Ahmad Luthfi Libatkan MUI sebagai ‘Pendingin’ di Tengah Gempuran Hoaks dan Disinformasi

12
×

Ahmad Luthfi Libatkan MUI sebagai ‘Pendingin’ di Tengah Gempuran Hoaks dan Disinformasi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai penyejuk sosial di tengah derasnya arus informasi yang kerap berujung pada hoaks dan ujaran kebencian. Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Provinsi Jawa Tengah di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026).

Luthfi mengumpamakan peran ulama seperti radiator pada mesin kendaraan. Saat mesin memanas, radiator yang mendinginkannya. Begitu pula saat masyarakat bergejolak akibat informasi menyesatkan, kehadiran ulama diharapkan membawa keteduhan.

“Masyarakat akan adem, apabila ada ulama datang dalam rangka memberikan pembinaan,” kata Luthfi di hadapan peserta Musda.

Ahmad Luthfi: Pemerintah Butuh “Super Team”, Bukan Superman

Luthfi terang-terangan mengakui keterbatasan pemerintah dalam menghadapi berbagai tekanan sekaligus, mulai dari tekanan fiskal, dinamika geopolitik, hingga upaya menekan angka kemiskinan. Ia menyebut kolaborasi dengan ormas, Forkopimda, dan MUI bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan nyata.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri seperti Superman. Kita membutuhkan super team,” tegasnya.

Ia juga membuka pintu kantor gubernur secara harfiah untuk pengurus MUI Jawa Tengah periode baru. Gubernur mempersilakan kantor pemprov dijadikan ruang bersama untuk membahas persoalan umat.

“Saya ingin nanti pengurus yang baru menjadikan kantor gubernur sebagai kantor bersama,” ujar Luthfi.

Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89 Persen, Kemiskinan Turun

Luthfi turut menyampaikan capaian pembangunan Jawa Tengah yang ia kaitkan langsung dengan kondusivitas daerah. Pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,89 persen. Angka kemiskinan turun dari 9,88 persen menjadi 9,39 persen. Menurutnya, angka-angka itu tidak bisa lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk peran ulama di akar rumput.

MUI: Perbedaan Amaliah Bukan Penghalang Persatuan

Wakil Ketua Umum MUI Pusat Marsudi Syuhud hadir dan menegaskan posisi MUI sebagai rumah besar organisasi Islam Indonesia. Di tingkat pusat, MUI menghimpun puluhan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Al-Washliyah, hingga ormas lainnya.

Marsudi menyentil soal perbedaan pandangan antarorganisasi yang kerap menjadi bahan perdebatan publik. Ia menyebut perbedaan itu wajar, asalkan dikelola dalam wadah yang tepat agar tidak meruncing jadi konflik.

“Betapa pun berbeda organisasi, berbeda amaliah, berbeda pelaksanaan, bahkan kadang berbeda pendapat, semua masih bisa bersama dalam MUI,” kata Marsudi.

MUI, ia tegaskan, hadir bukan untuk menyeragamkan, melainkan menyatukan. “MUI hadir untuk menyatukan umat, bersama-sama dengan pemerintah, baik di pusat maupun di daerah,” tambahnya.

Musda XI MUI Jawa Tengah mengangkat tema “Menjaga Moralitas Beragama, Bermasyarakat, dan Bernegara”. Forum ini sekaligus menjadi agenda konsolidasi organisasi, termasuk penyusunan program kerja dan pembentukan kepengurusan MUI Jawa Tengah untuk periode 2026–2031.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Surya Dharma