Teras News — 30 investor terverifikasi dan 75 pelaku UMKM unggulan hasil kurasi ketat — angka itulah yang akan mengisi Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Hotel PO Kota Semarang, 11–12 Mei 2026. Forum investasi tahunan Jawa Tengah ini tahun ini jauh lebih padat dari sebelumnya, karena digelar bersamaan dengan Rapat Kerja Gubernur Mitra Praja Utama yang mengundang 10 kepala daerah.
30 Investor Sudah Terverifikasi, One-on-One Meeting Disiapkan
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyatakan bahwa puluhan investor yang diundang bukan sekadar nama di daftar. Mereka sudah melewati proses verifikasi dan sebagian telah menyatakan ketertarikan langsung.
“Untuk investornya sudah terdata sekitar 30, dan ini akan kami tindak lanjuti melalui one-on-one meeting. Kami sudah melakukan verifikasi, dan sebagian sudah menunjukkan kepeminatan,” kata Sakina usai audiensi dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga:
Dari pertemuan tatap muka itu, Sakina berharap muncul komitmen investasi awal dalam bentuk letter of interest (LoI) secara tertulis — bukan sekadar janji lisan. LoI adalah dokumen pernyataan minat yang biasanya menjadi langkah awal sebelum kontrak investasi resmi ditandatangani.
75 UMKM Kurasi Ketat: Dari Wastra hingga Furnitur Berorientasi Ekspor
CJIBF 2026 berjalan beriringan dengan UMKM Grande 2026. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M Noor Nugroho, menjelaskan bahwa 75 UMKM yang tampil bukan dipilih sembarangan.
“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” ujar Noor Nugroho.
Wastra adalah istilah untuk kain tradisional Indonesia, termasuk batik dan tenun, yang memiliki nilai budaya tinggi sekaligus potensi pasar internasional. Proses kurasi mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, dan kualitas produk. Sebagian besar UMKM yang lolos diarahkan untuk menembus pasar ekspor, sehingga standar yang dipenuhi pun lebih ketat.
Bagi pelaku UMKM Jawa Tengah, forum ini membuka dua pintu sekaligus: promosi produk dan peluang kemitraan dengan pelaku usaha dari provinsi lain, seperti disampaikan Sakina.
10 Gubernur Hadir, Ahmad Luthfi Minta Momen Ini Dimaksimalkan
Kehadiran 10 gubernur dari anggota Mitra Praja Utama (MPU), sebuah forum kerja sama antargubernur di kawasan Jawa dan Bali, dalam waktu bersamaan membuka peluang yang tidak disia-siakan Pemprov Jawa Tengah.
Gubernur Ahmad Luthfi langsung meminta panitia mengintegrasikan agenda para kepala daerah itu ke dalam rangkaian CJIBF. “Udah bagus. Itu kan bareng dengan acara Gubernur MPU, coba diatur sekalian agar bisa diajak ke acara CJIBF. Nah kalau ada gala dinner juga, ya bisa digabungkan,” ujar Luthfi.
Dengan skema itu, para gubernur tidak hanya duduk dalam rapat pemerintahan. Mereka akan melihat langsung produk unggulan Jawa Tengah dan berpotensi membuka kerja sama antardaerah yang lebih konkret.
CJIBF 2026 tinggal hitungan hari. Semua mata kini tertuju pada berapa LoI yang berhasil ditandatangani dan seberapa jauh produk UMKM Jawa Tengah mampu memikat perhatian para investor serta kepala daerah yang hadir.
Editor: Ratna Dewi