Berita

31 Laga Tak Terkalahkan, Spanyol Hadapi Debutan Tanjung Verde di Grup H Piala Dunia 2026

9
×

31 Laga Tak Terkalahkan, Spanyol Hadapi Debutan Tanjung Verde di Grup H Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Penonton di Stadion Atlanta pada Senin (15/6/2026) malam akan menyaksikan jurang perbedaan yang terang benderang: tim yang sudah 31 laga kompetitif tak terkalahkan berhadapan dengan negara yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Piala Dunia. Spanyol dan Tanjung Verde berbagi Grup H, dan duel keduanya dimulai pukul 23.00 WIB.

Data berbicara lebih keras dari apa pun soal Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente mencetak rata-rata 9,7 tembakan tepat sasaran per 90 menit sepanjang babak kualifikasi, angka tertinggi di antara seluruh peserta Piala Dunia 2026, menurut Opta Analyst. Dari 31 laga kompetitif tanpa kekalahan itu, 25 di antaranya berakhir dengan kemenangan. Kekalahan terakhir mereka terjadi pada Maret 2026, saat dijungkalkan Skotlandia 2-0. Sejak itu, tak ada satu pun lawan yang mampu mengalahkan La Roja.

31 Laga Tak Terkalahkan: Rekor Non-Persahabatan Terpanjang Spanyol

Catatan 31 laga tanpa kekalahan dalam pertandingan non-persahabatan itu bukan hanya statistik biasa. Ini rekor terpanjang dalam sejarah tim Matador di luar laga uji coba. De la Fuente, yang kini berusia 64 tahun, membangun ulang Spanyol bukan dengan merombak identitas, melainkan dengan memperkuatnya dari dalam.

Football Enthusiast Gigih Windar, dalam podcast Tribunnews bertajuk Super Taktik: Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, menilai faktor ruang ganti menjadi kunci yang sering luput dari perhatian. “Hal itu dianggap sebagai kunci keberhasilan Spanyol saat ini, karena pelatih mampu menjaga kekompakan tim di tengah tekanan eksternal dari media,” kata Gigih, yang ditemui di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Kekompakan itu terlihat nyata ketika Pedri, gelandang yang selama ini menjadi pengatur ritme, harus absen karena cedera. Martin Zubimendi tampil mengisi kekosongan itu tanpa Spanyol kehilangan kendali permainan. Kini keduanya masuk dalam skuad untuk Piala Dunia 2026.

Kedalaman Skuad di Setiap Lini, dari Kiper sampai Penyerang

Spanyol tidak hanya kaya di lini tengah. Kedalaman skuad merata ke semua posisi. Di bawah mistar, De la Fuente punya Unai Simon dan David Raya. Di lini tengah, ada Gavi dan Zubimendi. Di depan, Mikel Oyarzabal menjadi andalan utama sang pelatih.

“Spanyol disebut diberkati dengan kualitas pemain yang merata di setiap posisi. Contoh kedalaman skuad di posisi kiper ada Unai Simon dan David Raya, dan gelandang ada Gavi, Zubimendi, yang membuat pelatih memiliki banyak opsi untuk meracik tim,” jelas Gigih.

De la Fuente juga tidak terpaku pada tiki-taka, gaya pass-and-move khas Spanyol yang dipopulerkan era Pep Guardiola dan Vicente del Bosque. Ia lebih suka membaca situasi. “Pelatih lebih memilih untuk fleksibel dan menyesuaikan taktik dengan komposisi yang dia miliki saat itu,” kata Gigih, menyebut kebiasaan De la Fuente mengubah formasi dari 4-3-3 tergantung kebutuhan laga.

Tanjung Verde: Debutan yang Bukan Datang untuk Kalah

Di kubu seberang, Tanjung Verde bukan sekadar pelengkap turnamen. Negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika itu lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bolanya. Perjalanan mereka ke panggung terbesar dunia sudah cukup untuk membuat bangga satu bangsa.

Spanyol tetap menjadi favorit mutlak dalam duel ini. Namun dalam sepak bola, selisih antara statistik dan hasil akhir sering kali tipis, dan Tanjung Verde datang ke Atlanta bukan tanpa keyakinan.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman