Berita

Indonesia Masih Bergantung Impor Energi di Tengah Tekanan Krisis Global

15
×

Indonesia Masih Bergantung Impor Energi di Tengah Tekanan Krisis Global

Sebarkan artikel ini

Teras News — Indonesia belum berhasil mengubah kekayaan sumber dayanya menjadi kemandirian energi. Negara ini masih bergantung pada impor energi, kondisi yang dinilai rentan di tengah gejolak pasar global.

Kekayaan Sumber Daya Belum Jamin Kemandirian

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan sumber daya alam terbesar di dunia — batu bara, gas bumi, nikel, hingga potensi energi terbarukan yang melimpah tersebar dari Sabang hingga Merauke. Namun potensi besar itu belum sepenuhnya dikonversi menjadi ketahanan energi nasional yang mandiri.

Ketergantungan pada impor energi menempatkan Indonesia pada posisi yang rentan setiap kali harga komoditas global bergejolak atau rantai pasokan internasional terganggu.

Ancaman Krisis Global Memperparah Kondisi

Tekanan dari krisis global yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir mempertegas celah antara potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia dengan kapasitas pengolahannya sendiri. Ketika harga energi dunia naik tajam, Indonesia ikut terdampak — padahal secara teoritis negara ini memiliki cukup bahan baku untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Pola ketergantungan impor ini bukan persoalan baru. Ia sudah berlangsung lama dan terus berulang meski berbagai kebijakan kemandirian energi telah digulirkan dari masa ke masa.

Dorongan untuk Berhenti Bergantung

Kondisi ini mendorong desakan agar Indonesia serius mengurangi ketergantungan pada pasar energi luar negeri. Kekayaan sumber daya yang ada semestinya menjadi fondasi, bukan sekadar komoditas ekspor mentah yang dikirim ke luar negeri lalu dibeli kembali dalam bentuk produk jadi.

Krisis global yang terus membayangi membuat urgensi pengurangan impor energi semakin tak bisa ditunda.

Keaslian informasi ini belum diverifikasi secara independen.

Dilansir dari laporan Sindonews.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Surya Dharma