Berita

Dua Pelajar Tewas Akibat Bullying dan Tawuran di Sragen dan Brebes, Pemprov Jateng Datangi Keluarga Korban

2
×

Dua Pelajar Tewas Akibat Bullying dan Tawuran di Sragen dan Brebes, Pemprov Jateng Datangi Keluarga Korban

Sebarkan artikel ini

Teras News — “Yang sudah dilakukan oleh sekolah sejauh ini adalah pendampingan keluarga, dan membersamai di kala duka, sejak prosesi pemakaman juga pengajian, terkait kejadian siswa SMP N 2 Sumberlawang Sragen,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin, Minggu (20/4).

Pernyataan itu disampaikan Sadimin seusai ia bersama rombongan Dinas Pendidikan Jateng mengunjungi langsung keluarga dua korban tewas dalam kasus perundungan pelajar — satu di Sragen, satu lagi di Brebes. Kunjungan dilakukan Jumat (17/4).

Wahyu Adi Prasetya, Siswa Kelas 8B yang Tewas di Lingkungan Sekolah

Di Sragen, rombongan Disdik Jateng mendatangi rumah keluarga almarhum Wahyu Adi Prasetya. Siswa kelas 8B SMP Negeri 2 Sumberlawang itu meninggal dunia pada 7 April 2026 setelah terlibat perkelahian dengan sesama siswa di lingkungan sekolah. Sadimin menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga dan memastikan pemerintah memberikan pendampingan.

Pihak sekolah, kata Sadimin, telah hadir sejak awal — mendampingi keluarga, menghadiri prosesi pemakaman, hingga kegiatan pengajian.

Tawuran Bersenjata Tajam di Bulakamba Brebes Renggut Satu Nyawa

Kasus kedua terjadi lebih awal. Pada 30 Maret 2026, sekelompok remaja terlibat tawuran bersenjata tajam di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Satu pelajar tewas di lokasi kejadian.

Sadimin menyebut insiden itu diduga dipicu perselisihan antarkelompok pelajar sebelumnya. Sekolah-sekolah yang terlibat langsung menggandeng guru, orang tua, dan aparat keamanan setempat untuk pembinaan pasca-kejadian.

“Untuk menjamin keamanan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, tokoh masyarakat, dan orang tua siswa, untuk lebih ketat melakukan pengawasan, dan memantau penggunaan media sosial,” terang Sadimin.

Media Sosial Masuk Radar Pengawasan Sekolah

Penggunaan media sosial oleh siswa kini menjadi salah satu fokus pengawasan. Sekolah di kedua daerah diminta memperketat pemantauan aktivitas digital siswa, yang menurut Sadimin kerap menjadi pemicu konflik antarkelompok pelajar.

Dinas Pendidikan Jateng terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten untuk mendalami penyebab kedua kejadian secara menyeluruh. Sadimin menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak — sekolah, keluarga, aparat, dan tokoh masyarakat — dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Arahan itu sejalan dengan instruksi Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen agar pengawasan terhadap perilaku siswa diperkuat, baik di sekolah maupun di rumah.

Dilansir dari laporan Jateng Prov.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman