Berita

Obligasi Global Danantara USD 1,5 Miliar Lampaui Target, Investor Asing Berbondong Masuk

32
×

Obligasi Global Danantara USD 1,5 Miliar Lampaui Target, Investor Asing Berbondong Masuk

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia kembali teruji. Obligasi global perdana Danantara berhasil menarik minat pasar melebihi target awal, dengan total penerbitan mencapai USD 1,5 miliar, jauh di atas rencana semula sebesar USD 1 miliar.

Rosan Roeslani, yang menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, mengungkapkan hasil positif itu secara terbuka. “Dari rencana 1 miliar dolar yang kami ingin capai, book building…” kata Rosan, merujuk pada proses pengumpulan minat investor sebelum harga obligasi ditetapkan.

Obligasi Global Perdana Danantara Tembus USD 1,5 Miliar

Penerbitan global bond ini menjadi debut Danantara di pasar utang internasional. Global bond, atau obligasi global, adalah surat utang yang diterbitkan dan diperdagangkan di pasar keuangan internasional, umumnya dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Instrumen ini lazim digunakan lembaga-lembaga besar untuk menghimpun dana dari investor institusional di seluruh dunia.

Besarnya minat investor yang masuk dalam proses book building mendorong Danantara menaikkan target penerbitan dari USD 1 miliar menjadi USD 1,5 miliar. Ini menandakan permintaan di pasar melampaui suplai awal yang ditawarkan.

Danantara: Sovereign Wealth Fund Baru Indonesia

Danantara merupakan lembaga pengelola investasi yang dibentuk pemerintah Indonesia sebagai kendaraan utama untuk menghimpun dan mengelola aset-aset negara serta menarik modal dari luar negeri. Sebagai entitas yang relatif baru, keberhasilan debut obligasi global ini menjadi ujian awal seberapa jauh pasar global menaruh kepercayaan pada lembaga tersebut.

Pemerintah menyebut hasil ini sebagai bukti bahwa kepercayaan investor dunia terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap solid, meski kondisi pasar keuangan global belakangan diwarnai ketidakpastian akibat tensi geopolitik dan kebijakan suku bunga di negara-negara maju.

Rosan menegaskan bahwa capaian ini melampaui ekspektasi internal Danantara sendiri. Dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi ini rencananya akan digunakan untuk mendukung program investasi dan hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Publik kini menantikan laporan rinci tentang distribusi investor yang menyerap obligasi tersebut, termasuk komposisi antara investor Asia, Eropa, dan Amerika, yang akan mencerminkan seberapa luas jangkauan kepercayaan terhadap instrumen utang baru Indonesia ini.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Ratna Dewi