Berita

Prabowo Panggil Rosan ke Kertanegara, Minta Data Investasi Indonesia Dibuka ke Publik

7
×

Prabowo Panggil Rosan ke Kertanegara, Minta Data Investasi Indonesia Dibuka ke Publik

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kepercayaan investor global terhadap Indonesia terus meningkat, namun data positif itu dinilai belum cukup diketahui masyarakat luas. Presiden Prabowo Subianto pun turun tangan langsung.

Pada Minggu (14/6), Prabowo memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta. Salah satu yang dipanggil adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM dan Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. Presiden secara khusus menginstruksikan Rosan untuk menyampaikan berbagai data positif perkembangan investasi Indonesia secara terbuka kepada publik.

Rosan Diminta Bicara Terbuka soal Kepercayaan Global

Instruksi Prabowo bukan tanpa alasan. Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, sejumlah indikator investasi Indonesia diklaim menunjukkan tren menggembirakan. Prabowo ingin fakta-fakta itu sampai ke telinga masyarakat, bukan hanya beredar di kalangan elite atau pelaku pasar.

Rosan Roeslani mengemban tiga jabatan sekaligus: Menteri Investasi dan Hilirisasi, Kepala BKPM, serta Kepala BPI Danantara. Posisi rangkap ini menempatkannya sebagai figur sentral dalam arsitektur investasi pemerintahan Prabowo, mulai dari perizinan hingga pengelolaan dana investasi negara.

Pertemuan di Kertanegara itu melibatkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, meski nama-nama lain yang hadir belum dirinci dalam keterangan resmi Sekretariat Kabinet.

Konteks: Persaingan Menarik Investasi di Tengah Gejolak Global

Indonesia bersaing ketat dengan negara-negara Asia Tenggara lain dalam memperebutkan aliran modal asing, terutama di sektor manufaktur dan hilirisasi sumber daya alam. Kepercayaan investor kerap diukur dari sejumlah indikator, termasuk peringkat kemudahan berusaha, realisasi penanaman modal langsung, serta komitmen investasi yang masuk dalam pipeline pemerintah.

Instruksi Prabowo kepada Rosan mencerminkan pendekatan komunikasi publik yang lebih agresif dari pemerintah: data investasi tidak cukup dilaporkan dalam forum resmi, tetapi perlu dikomunikasikan secara aktif agar membentuk persepsi positif di dalam negeri.

Sejauh ini, rincian data investasi yang akan dipaparkan Rosan kepada publik belum diumumkan. Keterangan resmi lebih lanjut dari Kementerian Investasi maupun BPI Danantara masih ditunggu.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma