Berita

Senegal vs Prancis di Piala Dunia 2026: Luka 2002 Kembali Membara di East Rutherford

9
×

Senegal vs Prancis di Piala Dunia 2026: Luka 2002 Kembali Membara di East Rutherford

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia akan menyaksikan pertemuan yang sarat sejarah ketika Senegal menghadapi Prancis pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026 di East Rutherford, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.

Bagi Prancis, nama Senegal bukan sekadar lawan biasa. Dua dekade lebih lalu, di Piala Dunia 2002 Korea-Jepang, Senegal mencatatkan salah satu hasil mengejutkan terbesar dalam sejarah turnamen itu: mengalahkan Prancis yang saat itu berstatus juara bertahan. Gol tunggal Pape Bouba Diop pada pertandingan pertama Grup A waktu itu mengirim Prancis pulang lebih cepat dari yang diperkirakan siapapun.

Senegal Bukan Lagi Kuda Hitam Biasa

Dua puluh empat tahun berlalu. Senegal kini bukan tim yang datang hanya untuk dihormati. Mereka adalah juara Afrika. Diperkuat pemain-pemain top dari liga-liga elite Eropa, tim asuhan Aliou Cissé telah membangun reputasi sebagai kekuatan nyata di sepak bola dunia, bukan sekadar cerita kejutan sesekali.

Prancis, di sisi sebaliknya, datang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Skuad mereka sarat nama besar, dengan kedalaman pemain yang sulit ditandingi negara manapun di turnamen ini.

East Rutherford Jadi Saksi Ulangan Rivalitas Dua Benua

Laga ini bukan sekadar partai pembuka grup. East Rutherford, yang menampung salah satu stadion terbesar di Amerika Serikat sebagai salah satu venue Piala Dunia 2026, akan menjadi tempat kedua tim mengukur ambisi mereka sejak menit pertama turnamen.

Piala Dunia 2026 sendiri digelar secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadikannya edisi pertama yang melibatkan tiga negara tuan rumah sekaligus, serta edisi pertama dengan 48 tim peserta.

Dengan format grup yang diperluas, setiap tim kini bermain tiga laga penyisihan sebelum 32 tim terbaik lolos ke fase gugur. Artinya, hasil laga pembuka tetap krusial untuk menentukan psikologi tim sepanjang fase grup.

Publik sepak bola kini menunggu: apakah Senegal mampu mengulang catatan bersejarah 2002, atau justru Prancis yang menebus kekalahan pahit itu di tanah Amerika.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Arif Budiman