Teras News — Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian ini melalui sistem pemantauan seismiknya dan langsung menyebarkan informasi resmi lewat akun Instagram lembaga tersebut.
Getaran terasa kuat di kawasan Palu dan sekitarnya. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun lembaga itu mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi setelah lindu utama dengan kekuatan sebesar ini.
Tidak Berpotensi Tsunami, tapi Gempa Susulan Diwaspadai
Berdasarkan analisis BMKG, kedalaman dan posisi sumber gempa tidak memicu pergerakan laut yang cukup signifikan untuk membangkitkan gelombang tsunami. Ini berbeda dengan gempa Palu pada September 2018 yang kala itu memicu tsunami dahsyat dan likuefaksi (pencairan tanah) yang menewaskan ribuan orang.
Baca Juga:
Meski ancaman tsunami tidak ada, BMKG menegaskan potensi gempa susulan tetap nyata. Gempa susulan adalah getaran tambahan yang lazim terjadi setelah gempa besar, umumnya dengan kekuatan lebih kecil namun dapat berlangsung berkali-kali dalam rentang jam hingga beberapa hari ke depan.
Palu, Wilayah Rawan Gempa di Sulawesi Tengah
Palu dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat kerawanan gempa tertinggi di Indonesia. Kota ini dilintasi Sesar Palu-Koro, salah satu patahan aktif paling berbahaya di nusantara. Aktivitas tektonik di zona ini kerap memicu gempa, baik yang terasa ringan maupun yang bermagnitudo besar seperti yang terjadi Selasa pagi ini.
Warga Palu dan daerah sekitarnya diimbau untuk tidak memasuki bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat dan pembaruan informasi resmi BMKG. Pemantauan aktivitas seismik di wilayah tersebut terus berjalan pasca-gempa utama.
Editor: Ratna Dewi