Teras News — Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Senin (15/6/2026) waktu setempat setelah optimisme menyebar di kalangan investor menyusul pengumuman kesepakatan damai antara Washington dan Teheran yang berpotensi mengakhiri blokade Selat Hormuz. Indeks S&P 500 naik 1,7 persen dan kembali mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.
“Perang tampaknya sudah berakhir, sehingga faktor risiko utama itu tidak lagi menjadi hambatan,” kata Jay Goldberg, analis senior Seaport Research Partners, kepada Al Jazeera. “Investor kini lebih nyaman mengambil risiko yang lebih besar,” sambungnya.
Nasdaq Melonjak 3,1 Persen, SpaceX Debut dengan Kenaikan 19,6 Persen
Lonjakan terbesar datang dari Nasdaq Composite. Indeks yang didominasi saham teknologi itu melonjak 3,1 persen, sebagian besar ditopang oleh debut pasar SpaceX yang spektakuler. Saham perusahaan milik Elon Musk itu melesat 19,6 persen pada hari pertama, mengantarkan Musk menjadi miliarder pertama di dunia. Dow Jones Industrial Average pun tidak ketinggalan: menguat 0,9 persen dan ditutup pada level tertinggi sepanjang sejarah.
Baca Juga:
Harga minyak bergerak berlawanan arah dengan bursa saham. Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun hampir 5 persen ke kisaran sedikit di atas 83 dolar AS per barel, menyentuh level terendah sejak pekan pertama konflik meletus.
Bursa Asia Ikut Reli, Nikkei Sempat Tembus 70.000
Reli tidak berhenti di Wall Street. Bursa-bursa Asia turut bergerak naik pada sesi perdagangan Selasa (16/6/2026) setelah pasar menyambut positif pengumuman Presiden AS Donald Trump soal kesepakatan dengan Iran.
Di Tokyo, indeks Nikkei 225 sempat menembus level psikologis 70.000 untuk pertama kalinya sebelum akhirnya melemah dan ditutup dengan kenaikan sekitar 0,6 persen. Indeks KOSPI Korea Selatan naik lebih dari 2,1 persen, menjadikannya salah satu pasar dengan performa terbaik tahun ini. Indeks TAIEX Taiwan menguat 0,6 persen. Hang Seng Hong Kong menjadi pengecualian, melemah 1,25 persen.
500 Kapal Masih Mengantre, Pemulihan Jalur Hormuz Butuh Berbulan-bulan
Di balik euforia bursa, tantangan operasional di lapangan belum usai. Sekitar 500 kapal masih mengantre untuk melintasi Selat Hormuz, menurut data Kamar Pelayaran Internasional. Selat itu setiap harinya menyalurkan hampir seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, menjadikannya salah satu jalur pelayaran paling vital di planet ini.
Para pelaku pasar memperkirakan pemulihan penuh sektor energi global masih memerlukan waktu berbulan-bulan. Selain harus menangani penumpukan lalu lintas kapal, pihak berwenang juga wajib memastikan jalur pelayaran bersih dari ancaman ranjau laut yang ditinggalkan selama konflik berlangsung.
Proses pembersihan ranjau dan normalisasi arus kapal di Selat Hormuz kini menjadi penentu seberapa cepat harga energi global bisa stabil setelah berbulan-bulan bergejolak akibat ketegangan militer di kawasan Teluk Persia.
Editor: Surya Dharma