Internasional

FBI Gagalkan Serangan Drone Bom ke Gedung Putih, 23 Orang Terlibat Plot Teror saat Acara UFC Trump

40
×

FBI Gagalkan Serangan Drone Bom ke Gedung Putih, 23 Orang Terlibat Plot Teror saat Acara UFC Trump

Sebarkan artikel ini

Teras News — Lima orang ditangkap setelah FBI membongkar rencana serangan teror menggunakan drone bermuatan bahan peledak ke Gedung Putih pada 10 Juni 2026, ketika Presiden AS Donald Trump hadir dalam acara UFC di kawasan kompleks kepresidenan. Penyidik mengidentifikasi sedikitnya 23 orang yang terlibat dalam pembahasan rencana tersebut.

Direktur FBI Kash Patel mengungkap operasi penggagalan itu dilakukan bersama sejumlah lembaga penegak hukum dalam skala lintas negara bagian. “Berkat tindakan cepat FBI, mitra kami, dan Departemen Kehakiman dalam operasi multi-negara bagian, beberapa individu kini berada dalam tahanan, dan serangan yang diduga direncanakan berhasil dihentikan,” tulis Patel melalui akun X miliknya, seperti dilaporkan RT, Rabu (17/6/2026).

Drone Bom, Penembak Jitu, dan Rencana Terobos Gerbang Gedung Putih

Rencana serangan itu dirancang dalam beberapa tahap. Tahap pertama: meledakkan drone bom ke lokasi pertandingan UFC untuk memicu kepanikan massal. Ketika kerumunan berhamburan menyelamatkan diri, penembak jitu yang sudah disiapkan kelompok tersebut akan membuka tembakan ke arah massa yang panik. Di tengah kekacauan itulah, para pelaku berencana menerobos gerbang dan masuk ke dalam kompleks Gedung Putih.

Penyidik menemukan jejak komunikasi kelompok ini di aplikasi Signal. Dari percakapan di platform pesan terenkripsi tersebut, FBI mengidentifikasi 23 orang yang turut membahas apa yang mereka sebut sebagai “aktivitas pra-operasional.” Patel belum merinci berapa dari 23 orang itu yang akhirnya dijerat hukum.

Lebih dari 85.000 Orang Hadir di Kawasan Gedung Putih Malam Itu

Acara UFC yang menjadi sasaran rencana teror itu bukan pertandingan biasa. Digelar sebagai bagian dari perayaan America 250 sekaligus ulang tahun ke-80 Trump, acara ini menarik lebih dari 4.000 penonton langsung di halaman Gedung Putih, termasuk sekitar 1.200 personel militer aktif. Di kawasan Ellipse, tepat di selatan kompleks kepresidenan, sekitar 85.000 orang lainnya menonton melalui layar raksasa dalam sesi nonton bareng berbayar.

Skala kehadiran publik itu membuat potensi korban massal menjadi sangat besar jika serangan berhasil dijalankan. Acara ini sebelumnya sudah menuai kontroversi karena penggunaan halaman Gedung Putih untuk ajang olahraga dan hiburan komersial.

Investigasi Masih Berlanjut

FBI menegaskan penyelidikan belum selesai. Pihak berwenang masih bekerja mengidentifikasi seluruh jaringan yang terlibat dalam plot ini. Patel tidak memberikan keterangan rinci soal motif kelompok tersebut maupun afiliasi mereka dengan organisasi tertentu.

Publik dan kalangan keamanan nasional AS kini menunggu pengumuman resmi dari Departemen Kehakiman terkait dakwaan yang akan dijatuhkan kepada para tersangka yang sudah ditahan.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman