Teras News — Rabu (17/6/2026) pagi WIB, Stadion Arrowhead di Kansas City menjadi saksi penampilan Lionel Messi yang membungkam siapa pun yang meragukan kapasitasnya di usia senjanya. Kapten Argentina itu mencetak hattrick saat membawa juara bertahan menekuk Aljazair 3-0 di fase grup Piala Dunia 2026, sekaligus langsung meroket ke puncak daftar top skor sementara turnamen.
Messi membuka keunggulan pada menit ke-17, lalu menambah dua gol berikutnya pada menit ke-60 dan 76. Tiga gol itu cukup untuk menutup laga sebelum ia ditarik keluar pada menit ke-80 dan digantikan Nico Paz. Bersih. Efisien. Berbahaya.
Messi Samai Rekor Klose, Pimpin Perburuan Sepatu Emas
Tiga gol ke gawang Aljazair membawa Messi masuk ke kelompok pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, menyamai rekor milik Miroslav Klose. Pencapaian itu datang di tengah persaingan ketat dengan dua nama lain yang lebih dulu mencuri sorotan di laga pembuka, yakni Kylian Mbappe dan Erling Haaland.
Baca Juga:
Mbappe mengawali turnamen dengan dua gol saat Prancis mengalahkan Senegal 3-1. Penyerang Real Madrid itu sekaligus memecahkan rekor Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Prancis, kini koleksinya mencapai 58 gol. Haaland pun tak kalah agresif. Ia juga mencetak dua gol kala Norwegia menghantam Irak 4-1, dan tercatat sebagai pemain Norwegia pertama yang mencetak brace di putaran final Piala Dunia.
Namun hattrick Messi langsung membalik susunan. Dengan tiga gol sekaligus, ia melompati keduanya dan memimpin daftar pencetak gol sementara Piala Dunia 2026.
Pelatih Scaloni Beri Messi Kebebasan Penuh
Pelatih Lionel Scaloni kembali memberi Messi kebebasan bergerak ke berbagai area lapangan. La Pulga (si kutu, julukan Messi) beberapa kali turun ke lini tengah untuk menjemput bola, mengatur tempo, kemudian menjadi kreator sekaligus penyelesai serangan.
Pengamat sepak bola Gigih, yang berbicara dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, menilai peran Messi jauh melampaui statistik gol semata.
“Messi masih memegang peran krusial. Bukan hanya soal permainan, tetapi juga faktor mental yang membuat pemain Argentina tampil lebih percaya diri,” kata Gigih.
Gigih juga menilai skuad asuhan Scaloni datang ke Amerika Serikat dengan modal yang kuat. “Argentina tetap menjadi salah satu favorit juara karena proses regenerasi yang berjalan mulus serta adanya faktor X bernama Lionel Messi,” ujarnya.
Argentina Melangkah dengan Status Juara Bertahan
Kemenangan perdana ini memperkuat posisi Argentina di Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Albiceleste tiba di turnamen ini dengan status juara bertahan setelah meraih trofi Piala Dunia sebelumnya, dan hasil besar di laga pertama langsung mempertegas ambisi mereka untuk mempertahankan gelar.
Perburuan Sepatu Emas kini resmi menjadi tiga arah. Mbappe, Haaland, dan Messi masing-masing memulai dengan catatan gol yang impresif. Pertanyaannya hanya tinggal satu: siapa yang mampu menjaga ritme itu hingga laga terakhir.
Editor: Arif Budiman