Internasional

Telepon Menlu Israel 20 Menit, Jepang Desak Gideon Sa’ar Hentikan Serangan ke Lebanon

2
×

Telepon Menlu Israel 20 Menit, Jepang Desak Gideon Sa’ar Hentikan Serangan ke Lebanon

Sebarkan artikel ini

Teras News — Selasa pekan ini, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengangkat telepon dan berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar selama 20 menit. Satu pesan pokok yang ia sampaikan: Israel harus menahan diri dari serangan terhadap Hizbullah di Lebanon.

Percakapan itu berlangsung di tengah situasi yang berubah cepat di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat dan Iran baru saja mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri permusuhan yang berlangsung selama berbulan-bulan, sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur perairan krusial bagi transportasi energi global.

Motegi Sampaikan Tiga Tuntutan Konkret ke Israel

Dalam percakapan itu, Motegi tidak hanya meminta gencatan senjata. Ia menyampaikan tiga poin mendesak kepada Sa’ar.

Pertama, Israel diminta mengambil tindakan “yang tepat” untuk memastikan nota kesepahaman antara AS dan Iran benar-benar diimplementasikan. Kedua, Motegi mendesak penyelesaian awal kesepakatan final soal program nuklir Iran. Ketiga, ia meminta Israel membekukan sepenuhnya semua kegiatan permukiman di Tepi Barat, karena Jepang menilai aktivitas itu melanggar hukum internasional.

Motegi juga menyatakan “keprihatinan serius” atas jatuhnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur akibat pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

Rekonstruksi Gaza Masuk Agenda Tokyo

Jepang tidak hanya bicara soal penghentian kekerasan. Motegi mengumumkan bahwa Tokyo siap memainkan peran proaktif dalam rekonstruksi Gaza yang porak-poranda akibat perang berkepanjangan.

Sebelum percakapan telepon itu, Motegi menyatakan posisi Jepang secara terbuka dalam konferensi pers. “Kami ingin berkontribusi semaksimal mungkin terhadap perdamaian dan stabilitas di seluruh Timur Tengah serta pemulihan dan rekonstruksi kawasan ini,” kata Motegi, merujuk pada perjanjian yang baru diteken antara AS dan Iran.

Di sisi diplomatik, Sa’ar menguraikan posisi Israel menyangkut Iran dan wilayah Palestina. Kedua menteri sepakat untuk tetap menjalin kontak erat ke depannya, menurut keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Jepang.

Israel Lanjutkan Operasi Militer Terkoordinasi dengan AS

Israel selama ini mengoordinasikan operasi militernya bersama AS dalam menghadapi Hizbullah, kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran. Serangan Israel ke Lebanon terus berjalan meski tekanan diplomatik dari berbagai pihak terus mengalir.

Sekretaris Jenderal PBB sebelumnya juga mendesak Israel dan Hizbullah menghentikan pertempuran. Iran sendiri telah berjanji mengawasi ketat situasi Lebanon setelah menandatangani nota kesepahaman perdamaian dengan AS.

Kini, dengan Jepang turut angkat suara secara langsung ke Tel Aviv, tekanan diplomatik terhadap Israel datang dari arah yang semakin beragam. Publik internasional menunggu apakah rangkaian desakan ini akan mengubah kalkulasi militer Israel di lapangan.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Arif Budiman