Berita

Transportasi Publik Jabodetabek Disebut Setara Kota Dunia, Jakarta Bidik Investasi Jepang untuk 6 Proyek Strategis

9
×

Transportasi Publik Jabodetabek Disebut Setara Kota Dunia, Jakarta Bidik Investasi Jepang untuk 6 Proyek Strategis

Sebarkan artikel ini

Teras News — Transportasi publik di kawasan Jabodetabek, khususnya KRL dan MRT Jakarta, kini dinilai sudah berada di level yang setara dengan sistem angkutan umum di berbagai kota besar dunia. Penilaian itu disampaikan pengamat transportasi di tengah upaya Jakarta menarik investasi Jepang untuk memperluas jaringan transportasinya.

“Saya kira transportasi Jabodetabek dengan KRL, MRT sudah setara kota-kota di dunia. Sudah setara,” kata Djoko Setidjowarno, pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Tantangan Nyata: Warga Masih Pilih Kendaraan Pribadi

Djoko mengakui infrastruktur yang ada sudah memadai. Masalah sesungguhnya bukan lagi soal kualitas layanan, melainkan kebiasaan masyarakat yang belum mau meninggalkan kendaraan pribadi. Mengubah perilaku jutaan komuter Jabodetabek jauh lebih sulit daripada membangun rel baru.

Karena itu, dia mendukung penuh proyek-proyek perluasan transportasi yang tengah digarap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Karena itu kebutuhan dasar. Ini kebutuhan masyarakat. Memang masyarakat kita didorong menggunakan angkutan umum,” ujarnya. Djoko juga menyarankan agar proyek-proyek tersebut mendapat dukungan nyata dari Pemerintah Pusat.

Enam Proyek Jakarta yang Dibidik Investor Jepang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memetakan enam proyek strategis di ibu kota yang berpotensi menyerap investasi lanjutan dari Jepang. Keenam proyek itu mencakup perluasan pembangunan MRT Jakarta, proyek Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), proyek ITF (Intermediate Treatment Facility) Sunter, pembangunan Tanggul Pelindung Pantai NCICD di pesisir utara, penguatan Sistem Polder Pompa Waduk Pluit Timur, serta pembangunan LRT fase 2 dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium.

Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir turut mendorong peluang ini lewat kunjungan kerja ke Jakarta pada 4–6 Juni 2026. Selain bertemu Gubernur Pramono, Dubes Kartini melakukan pembahasan teknis dan meninjau langsung sejumlah proyek strategis tersebut.

Hubungan Jakarta-Tokyo Sudah Berjalan Sejak 1989

Kerja sama sister-province antara Jakarta dan Tokyo bukan hal baru. Pramono menyebut hubungan itu sudah aktif terjalin sejak 1989, dan kini diperkuat dengan kehadiran lebih dari 10 ribu warga Jepang yang bekerja di 1.500 perusahaan di ibu kota.

Kunjungan Dubes Kartini ke Jakarta merupakan tindak lanjut dari lawatan Pramono ke Tokyo pada akhir April 2026 lalu, termasuk pertemuannya dengan Gubernur Metropolitan Tokyo Yuriko Koike. Kedua pihak tampaknya mempercepat pembahasan konkret dari kesepakatan yang dirintis beberapa bulan sebelumnya.

Salah satu target paling ambisius yang disebut Pramono adalah peresmian area komersial bawah tanah MRT Jakarta beserta jalur lanjutan dari Bundaran HI menuju Monas. Peresmian itu ditargetkan tepat pada perayaan HUT ke-500 kota Jakarta, 22 Juni 2027.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman